Sentuhan Digital di Istana Gebang: Strategi Said Abdullah Gaet Gen Z Telusuri Jejak Bung Karno
Senin, 15 Jun 2026 14:03 WIB
Kabarmalam.com — Wajah sejarah di Kota Blitar kini tengah bersiap memasuki babak baru yang lebih modern. Tak sekadar merampungkan pembenahan fisik, Istana Gebang diproyeksikan menjadi destinasi edukasi berbasis teknologi tinggi. Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, membeberkan visi besarnya untuk menyulap kediaman masa kecil Proklamator tersebut menjadi magnet bagi generasi muda lewat integrasi fasilitas digital.
Langkah ini diambil guna memastikan warisan nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan di mata Generasi Z dan milenial. Said menjelaskan bahwa ke depannya, para pengunjung tidak hanya akan melihat bangunan fisik, tetapi juga bisa mengakses narasi sejarah secara interaktif yang dikemas apik.
Inovasi Digital: Sejarah dalam Sekali Sentuh
Menurut Said, kehadiran teknologi digital di kawasan Istana Gebang akan memudahkan anak muda dalam menyerap informasi. Dengan perangkat digital yang akan dipasang, pengunjung cukup menyentuh layar untuk menelusuri napak tilas perjuangan Sang Putra Fajar tanpa merasa bosan.
“Dengan restu dari Wali Kota Blitar, kita akan lengkapi fasilitas di sini dengan sistem digital. Tujuannya jelas, agar anak-anak muda kita, terutama Gen Z, bisa langsung ‘pencet’ untuk mengetahui sejarah dan perjalanan hidup Bung Karno secara mendalam. Semua sedang kami persiapkan dengan matang,” ungkap Said Abdullah kepada awak media, Minggu (14/6/2026).
Tak hanya perangkat interaktif, kawasan bersejarah ini juga akan dimanjakan dengan akses internet gratis atau WiFi publik. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat sekaligus membuat pengunjung merasa lebih betah saat mengeksplorasi situs wisata sejarah tersebut.
Agenda Rutin dan Hub Pariwisata Baru
Selain pembenahan teknologi, strategi untuk menghidupkan suasana di Istana Gebang juga mencakup penyelenggaraan acara rutin setiap tiga bulan. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga animo publik agar tetap tinggi dan menjadikan Kota Blitar sebagai pusat wisata sejarah yang dinamis bagi kaum muda.
“Kami merencanakan adanya event berkala setiap tiga bulan untuk diperlihatkan kepada publik. Ini adalah bentuk komitmen kami agar Kota Blitar menjadi pusat perhatian anak muda yang ingin mengenal lebih dalam sosok Ir. Soekarno. Kami ingin milenial tidak merasa asing dengan sejarah bangsanya sendiri,” tambahnya dengan optimis.
Said pun menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Blitar untuk terus memberikan atensi khusus dalam pengembangan kawasan ini. Sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci agar Istana Gebang tetap menjadi ikon yang membanggakan sekaligus edukatif bagi pengunjung dari seluruh penjuru negeri.
Meski renovasi fisik telah rampung, Said menegaskan bahwa perhatian pihaknya terhadap Istana Gebang tidak akan pernah surut. Upaya modernisasi ini dipandang sebagai langkah krusial dalam menjaga api semangat nasionalisme tetap menyala di tengah derasnya arus modernisasi bagi para wisatawan.