Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Maut di Grogol: Dendam Menjadi Motif di Balik Aksi Sadis Pelaku Lempar Korban dari Lantai 2

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 11 Jun 2026 20:34 WIB
Tragedi Maut di Grogol: Dendam Menjadi Motif di Balik Aksi Sadis Pelaku Lempar Korban dari Lantai 2

Kabarmalam.com — Sebuah peristiwa kelam mengguncang kawasan Grogol, Jakarta Barat, saat perselisihan yang dipicu oleh pengaruh alkohol berakhir dengan hilangnya nyawa. Seorang pria berinisial DM meregang nyawa setelah menjadi korban kebrutalan sekelompok pemuda yang tega melemparkannya dari lantai dua sebuah pusat perbelanjaan. Di balik aksi keji tersebut, terungkap motif balas dendam yang dipicu oleh solidaritas kelompok yang salah tempat.

Kronologi Keributan di Bawah Pengaruh Alkohol

Insiden berdarah ini bermula pada dini hari, tepatnya 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Suasana di tempat biliar Weston yang mulanya riuh oleh permainan, mendadak berubah mencekam saat korban dan para pelaku terlibat cekcok hebat. Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengungkapkan bahwa tensi tinggi tersebut dipicu oleh kesalahpahaman akibat pengaruh minuman keras.

Baca Juga  Tragedi Malam di Bogor: Pamit Ngopi Berujung Maut, Wanita 52 Tahun Jadi Korban Kekerasan

“Penyebab cekcok awal kemungkinan besar karena selisih paham saja, mengingat kedua belah pihak berada di bawah pengaruh alkohol. Faktanya, antara korban dan para pelaku ini sebenarnya tidak saling mengenal,” jelas Alexander dalam keterangannya kepada media.

Aksi Balas Dendam yang Berujung Maut

Ketegangan tidak berhenti di meja biliar. Saat mereka beranjak keluar menuju area tangga, situasi semakin memanas. DM dilaporkan sempat melakukan tindakan fisik dengan memiting salah satu rekan pelaku. Melihat kawan mereka dalam posisi terdesak, para pelaku lainnya naik pitam dan melakukan serangan balasan secara membabi buta. Gelombang pengeroyokan maut pun terjadi di lokasi tersebut.

Hasil investigasi mendalam mengungkap fakta yang mengejutkan. DM tidak sekadar terjatuh karena kehilangan keseimbangan, melainkan sengaja dilempar oleh para pelaku dari ketinggian lantai dua. Akibat benturan keras tersebut, DM sempat kritis dan menjalani perawatan intensif selama empat hari di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga  Geger! Jasad Lansia Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung Tambora

“Motif utama para pelaku melakukan aksinya adalah ingin membalas dendam karena tidak terima melihat temannya dipiting oleh korban. Berdasarkan keterangan saksi dan pengakuan tersangka, korban memang sengaja dijatuhkan,” tegas Alexander.

Pengejaran Pelaku dan Jeratan Hukum

Penyelidikan intensif selama dua minggu oleh jajaran kepolisian akhirnya membuahkan hasil. Tiga orang pelaku utama yang terlibat dalam aksi pemukulan dan pelemparan tersebut berhasil diringkus di lokasi persembunyian yang berbeda. Para pelaku yang kini diamankan berinisial NA, AE, dan MLS.

  • Dua pelaku diketahui masih berstatus di bawah umur.
  • Satu pelaku lainnya merupakan orang dewasa.
  • Penangkapan dilakukan di wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten.
  • Salah satu pelaku diserahkan langsung oleh pihak keluarganya kepada aparat kepolisian.
Baca Juga  Arus Balik Jawa-Bali Tetap Terkendali! Ribuan Kendaraan dan Penumpang Membludak Tapi Lancar

Kini, para pelaku harus menghadapi konsekuensi hukum atas tindakan brutal mereka. Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 262 KUHPidana ayat 4 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus kriminalitas ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan dampak fatal dari konsumsi minuman keras yang berlebihan dan hilangnya kontrol emosi di ruang publik.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul