Tragedi Bidan RSUD Besuki: Jasad Ditemukan di Drainase, Suami Diduga Pelaku Menyerahkan Diri
Minggu, 07 Jun 2026 14:35 WIB
Kabarmalam.com — Keheningan warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo mendadak pecah oleh kabar duka yang menyayat hati. Seorang bidan yang bertugas di RSUD Besuki berinisial MRD (34) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah selokan atau drainase pada Sabtu malam. Penemuan jasad ini segera memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian yang menduga kuat adanya unsur kekerasan.
Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, membenarkan laporan mengenai temuan jenazah tersebut. “Benar, jasad korban ditemukan tadi malam di sebuah area drainase,” ungkapnya saat memberikan keterangan resmi terkait kasus kriminal di Situbondo yang menggegerkan tersebut.
Titik Terang Pelaku: Sang Suami Menyerahkan Diri
Dugaan awal bahwa MRD menjadi korban tindak pidana terbukti dengan perkembangan terbaru dari meja penyidik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku di balik hilangnya nyawa bidan muda tersebut diduga kuat adalah suaminya sendiri. Namun, dalam sebuah langkah yang mengejutkan, sang suami tidak mencoba melarikan diri dalam waktu lama.
“Suaminya secara kooperatif langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, tepatnya ke Mapolda Jawa Timur,” jelas AKP Teguh. Penyerahan diri ini mempermudah proses penyidikan untuk menggali lebih dalam motif di balik kasus pembunuhan yang menghabisi nyawa ibu muda tersebut.
Kepergian yang Meninggalkan Luka di RSUD Besuki
Di lingkungan kerjanya, MRD dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi. Direktur RSUD Besuki, Imam Haryono, mengonfirmasi bahwa korban merupakan staf tenaga medis yang aktif dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas kebidanan di rumah sakit tersebut. Ia mengaku terkejut karena selama ini korban tidak pernah menunjukkan adanya gelagat masalah keluarga yang serius.
Menurut keterangan rekan-rekannya, MRD masih terlihat menjalankan kewajibannya dengan normal sehari sebelum ditemukan meninggal dunia. “Informasi dari rekan sejawatnya, pada Jumat malam korban bahkan masih sempat masuk kerja seperti biasa,” tutur Imam dengan nada prihatin. Hingga kini, pihak rumah sakit dan keluarga besar korban masih menunggu hasil autopsi serta proses hukum lebih lanjut terhadap kejadian tragis ini.
Polisi masih terus mendalami kronologi pasti kejadian di lapangan untuk memastikan apakah ada motif lain yang melatarbelakangi tindakan nekat sang suami. Kasus ini pun kini ditangani secara serius oleh jajaran Kepolisian Resor Situbondo dengan koordinasi bersama Polda Jatim.