Mandailing Natal Diguncang Gempa Darat M 3,7 Pagi Ini, BMKG Pantau Dampak Getaran
Sabtu, 06 Jun 2026 05:04 WIB
Kabarmalam.com — Keheningan Sabtu pagi di wilayah Sumatera Utara terusik oleh aktivitas seismik yang cukup terasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sebuah peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,7 telah mengguncang Kabupaten Mandailing Natal pada Sabtu (6/6/2026) tepat pukul 04.35 WIB.
Berdasarkan analisis terkini, pusat gempa atau episenter terdeteksi berada di darat, menjadikannya perhatian khusus bagi warga setempat. Titik koordinat gempa berada di 0,52 Lintang Utara (LU) dan 99,61 Bujur Timur (BT), atau secara spesifik berlokasi sekitar 39 kilometer arah Tenggara dari Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Analisis Kedalaman dan Dampak
Laporan teknis dari BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki kedalaman yang sangat dangkal, yakni hanya 10 kilometer di bawah permukaan tanah. Dalam klasifikasi seismologi, gempa dangkal seperti ini cenderung memiliki intensitas getaran yang lebih nyata dirasakan oleh masyarakat di permukaan, meskipun skalanya tidak terlalu besar.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kerusakan infrastruktur maupun adanya korban jiwa akibat guncangan tersebut. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau kondisi bangunan di sekitar mereka, terutama bagi yang bermukim di dekat pusat episenter.
Informasi Bersifat Dinamis
Pihak otoritas menekankan bahwa laporan awal ini disusun dengan mengedepankan kecepatan penyampaian informasi kepada publik. Oleh karena itu, data seismik yang diperoleh mungkin masih akan mengalami pemutakhiran seiring dengan masuknya data tambahan dari stasiun pemantau gempa lainnya.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” jelas BMKG dalam rilis resminya yang dikutip oleh tim redaksi Kabarmalam.com.
Masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan yang berpotensi terjadi. Selalu pastikan sumber informasi yang Anda terima berasal dari kanal resmi pemerintah untuk menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks yang seringkali muncul saat bencana alam melanda.