Ikuti Kami
kabarmalam.com

Usai Ibadah Haji, Raffi Ahmad Kabarkan Jalani Operasi Pengangkatan Lipoma di Bahu

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 04 Jun 2026 10:34 WIB
Usai Ibadah Haji, Raffi Ahmad Kabarkan Jalani Operasi Pengangkatan Lipoma di Bahu

Kabarmalam.com — Sosok presenter kondang Raffi Ahmad kembali mencuri perhatian publik, namun kali ini bukan soal bisnis atau liburannya yang mewah. Suami Nagita Slavina tersebut baru saja membagikan kabar mengenai kondisi kesehatannya yang mengharuskan dirinya naik ke meja operasi akibat munculnya benjolan di area bahu.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Kamis (4/6/2026), pria yang dijuluki Sultan Andara ini mengungkapkan bahwa benjolan tersebut telah ia rasakan sejak beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan medis secara intensif, dokter mendiagnosis adanya lipoma atau penumpukan jaringan lemak di bawah kulit.

“Banyak yang bertanya tentang benjolan di bahu saya. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan itu adalah lipoma, kista, atau benjolan jinak lainnya,” tulis Raffi Ahmad dalam keterangannya. Ia juga menambahkan bahwa ukuran benjolan tersebut mencapai kedalaman 5-6 cm, sehingga memerlukan tindakan medis segera agar tidak menimbulkan komplikasi di kemudian hari.

Baca Juga  Perjuangan Jeje Adriel Melawan Kanker Limfoma Hodgkin di Usia 25 Tahun: Waspadai Gejala Tak Kasat Mata

Apa Itu Lipoma dan Bagaimana Mengenalinya?

Secara medis, lipoma merupakan benjolan lemak yang tumbuh secara perlahan di antara lapisan kulit dan otot. Meskipun terdengar mengkhawatirkan, lipoma sebenarnya dikategorikan sebagai tumor jinak. Benjolan ini sering kali muncul di area-area tertentu seperti leher, punggung, bahu, lengan, hingga paha.

Salah satu ciri khas yang membedakan tumor jinak ini dengan jenis benjolan lainnya adalah teksturnya yang lunak. Jika ditekan perlahan dengan jari, lipoma cenderung mudah digoyangkan dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit secara spontan. Namun, keberadaannya tetap perlu diwaspadai jika ukurannya terus membesar dan mulai menekan saraf di sekitarnya.

Risiko dan Penyebab Munculnya Benjolan Lemak

Hingga saat ini, dunia medis belum memastikan apa penyebab utama seseorang bisa mengidap lipoma. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang disinyalir menjadi pemicu, di antaranya:

  • Faktor Genetika: Riwayat keluarga yang pernah mengalami hal serupa meningkatkan risiko keturunan mengalaminya.
  • Faktor Usia: Umumnya dialami oleh kelompok dewasa pada rentang usia 40 hingga 60 tahun.
  • Kondisi Medis Tertentu: Pengidap penyakit seperti sindrom Cowden, sindrom Gardner, atau adiposis dolorosa memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menumbuhkan lipoma.
Baca Juga  Sedia Payung Sebelum Hujan, Alasan Mulia Ferry Maryadi Selalu Siapkan Obat Jantung di Tasnya

Lalu, apakah kondisi ini berbahaya? Secara umum, lipoma tidak bersifat ganas atau kanker. Namun, jika pertumbuhan lemak tersebut mulai mengganggu kenyamanan atau estetika, dokter biasanya menyarankan prosedur operasi pengangkatan. Dalam kasus kesehatan Raffi Ahmad, operasi dipilih sebagai langkah preventif sekaligus untuk memastikan benjolan tersebut benar-benar bersih dan tidak tumbuh kembali.

Pentingnya Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat

Tak sekadar berbagi cerita tentang operasinya, Raffi Ahmad juga memberikan pesan edukatif kepada jutaan pengikutnya. Ia mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau medical check-up.

“Tindakan preventif itu sangat penting,” tegasnya. Dengan deteksi dini, segala jenis gangguan kesehatan—sekecil apa pun itu—dapat ditangani dengan lebih cepat dan tepat. Baginya, menjaga gaya hidup sehat adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar lagi, terutama di tengah aktivitasnya yang sangat padat di dunia hiburan dan bisnis.

Baca Juga  Menilik Bedah Bariatrik: Bukan Sekadar Jalan Pintas, Ini Kriteria Medis untuk Pasien Obesitas
Tentang Penulis
Wahid
Wahid