Prabowo Sentil Porsi Ayam ‘Mungil’ di Program Makan Bergizi Gratis: Potong Lebih dari 14 Itu Dosa!
Kamis, 04 Jun 2026 08:36 WIB
Kabarmalam.com — Presiden Prabowo Subianto melayangkan teguran keras bagi pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedapatan ‘pelit’ dalam memberikan porsi lauk pauk kepada para siswa. Dalam sorotannya terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden tidak segan menyebut tindakan memangkas porsi ayam menjadi ukuran sangat kecil sebagai sebuah kesalahan besar yang merugikan generasi masa depan.
Presiden mengungkapkan kecurigaannya terhadap praktik di lapangan di mana satu ekor ayam utuh dipotong hingga menjadi 18 sampai 22 bagian. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak masuk akal jika tujuannya adalah untuk memenuhi kecukupan gizi anak-anak secara optimal.
Peringatan Keras: Melampaui 14 Potongan Adalah ‘Dosa’
“Kalau potong lebih dari 14 (satu ayam dibagi 14 potong), dosa!” tegas Prabowo dengan nada bicara yang lugas di hadapan para mitra strategis dalam acara Building Indonesia’s Future Generation Through Nutrition, Rabu (3/6/2026). Kalimat ini bukan sekadar peringatan, melainkan sebuah penegasan moral bahwa program nutrisi anak tidak boleh dijadikan ajang mencari keuntungan dengan mengorbankan kualitas.
Prabowo menekankan bahwa meskipun secara alami nutrisi pada daging ayam tidak berubah, ukuran porsi yang terlalu kecil akan berdampak langsung pada tercapainya standar kecukupan gizi harian yang dibutuhkan tubuh anak untuk tumbuh kembang. Ia khawatir, jika hal ini dibiarkan, jutaan anak Indonesia akan merasa kecewa dan program ini tidak akan mencapai tujuan transformatifnya.
Dialog dengan Mitra dan Standar Ideal Porsi
Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan SPPG yang hadir diajak naik ke atas panggung untuk berdialog langsung dengan Presiden. Menanggapi sentilan tersebut, para mitra mengklaim bahwa mereka telah mengikuti standar porsi yang layak. “10 bapak, 10 sama 12 (potongan dari satu ekor). Porsi besar itu 10,” sahut salah satu mitra meyakinkan Presiden bahwa porsi yang mereka berikan masih dalam batas ideal.
Prabowo berharap kejujuran dan komitmen dari para penyedia jasa ini tetap terjaga demi keberlangsungan program kualitas makanan sekolah yang sedang digencarkan pemerintah.
Instruksi Monitoring: Foto dan Timbang Secara Random
Tak ingin program ini hanya bagus di atas kertas, Presiden Prabowo menginstruksikan pengawasan ketat di level akar rumput. Ia secara khusus meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), kepala sekolah, hingga guru untuk menjadi mata dan telinga pemerintah.
“Saya minta anak-anaknya suruh lapor. Ayamnya kecil atau besar? Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang,” lanjut Prabowo Subianto. Langkah transparansi ini diharapkan dapat meminimalisir oknum ‘nakal’ yang mencoba bermain-main dengan jatah makan anak sekolah, sekaligus memastikan bahwa anggaran negara benar-benar sampai ke piring siswa dalam bentuk gizi yang mumpuni.