Ikuti Kami
kabarmalam.com

Ketegasan Berbalut Kesedihan: Cerita di Balik Keputusan Prabowo Merombak Pimpinan Badan Gizi Nasional

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 04 Jun 2026 11:34 WIB
Ketegasan Berbalut Kesedihan: Cerita di Balik Keputusan Prabowo Merombak Pimpinan Badan Gizi Nasional

Kabarmalam.com — Sebuah momen emosional mewarnai pidato Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri agenda besar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor. Di hadapan belasan ribu peserta, Sang Presiden mengungkapkan kegelisahan hatinya terkait keputusan pahit yang baru saja ia ambil: mencopot Dadan Hindayana beserta jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) lainnya.

Aroma Penyelewengan yang Terendus Sejak Lama

Langkah pembersihan di tubuh lembaga strategis ini bukan tanpa alasan kuat. Prabowo mengungkapkan bahwa selama beberapa waktu terakhir, meja kerjanya terus dipenuhi dengan laporan-laporan yang mengkhawatirkan. Ada indikasi kuat mengenai adanya ketidakberesan, kejanggalan administrasi, hingga potensi penyelewengan yang melibatkan pimpinan lama di BGN.

“Jadi memang sudah beberapa saat saya mendapatkan laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan dari pimpinan,” ujar Prabowo dengan nada bicara yang dalam. Tidak hanya Dadan, perombakan ini juga menyasar Sonny Sonjaya dan Lodewyk Pusung, yang sebelumnya merupakan pilar penting dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga  Aturan Baru WFH Badan Gizi Nasional: Daftar Posisi yang Tetap Wajib 'Ngantor' Demi Pelayanan

Dilema Antara Sayang dan Amanah Negara

Prabowo tidak menampik bahwa ada kedekatan personal dan kepercayaan tinggi yang sempat ia berikan kepada para pimpinan tersebut. Namun, demi integritas negara dan keberhasilan program kesejahteraan rakyat, perasaan pribadi harus dikesampingkan. Baginya, integritas lembaga adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya,” tuturnya jujur. Ia menegaskan bahwa tugas negara yang diembannya jauh lebih besar daripada sekadar loyalitas terhadap individu tertentu.

Pesan Almarhum Ayahanda Jadi Kompas Moral

Di tengah keraguan saat harus mengambil keputusan sulit tersebut, Prabowo teringat akan wasiat mendalam dari almarhum ayahandanya. Pesan itulah yang akhirnya memantapkan langkahnya untuk melakukan perombakan besar-besaran demi menyelamatkan amanah rakyat yang dititipkan kepadanya.

Baca Juga  Riset Poltracking: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Paling Bermanfaat di Mata Publik, Angka Kepuasan Tembus 55 Persen

“Prabowo, kalau suatu saat kamu dalam keadaan bingung atau dalam keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” kenang Prabowo menirukan ucapan sang ayah. Prinsip inilah yang kini menjadi landasan utama bagi Prabowo untuk menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan posisi Dadan Hindayana.

Meskipun proses hukum dan penyelidikan saat ini tengah berjalan, Presiden Prabowo memilih untuk tidak berkomentar terlalu jauh demi menjaga independensi aparat penegak hukum. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan program pemenuhan gizi anak bangsa tetap berjalan tanpa gangguan dari oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan di tengah mandat rakyat.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid