Benarkah Nutrisi Susu UHT Hilang Saat Dipanaskan? Begini Penjelasan Mendalam dari Profesor IPB
Senin, 01 Jun 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Pernahkah Anda merasa ragu saat hendak mengonsumsi susu UHT karena khawatir kandungan gizinya telah menguap akibat proses pemanasan ekstrem? Pertanyaan ini sering kali menghantui para orang tua dan pecinta gaya hidup sehat yang ingin memastikan asupan nutrisi terbaik bagi tubuh mereka.
Menjawab keresahan tersebut, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Dr Epi Taufik, S.Pt., MVPH., M.Si., memberikan pencerahan yang mencerahkan dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Menurutnya, anggapan bahwa proses pemanasan suhu tinggi secara otomatis melenyapkan seluruh kebaikan susu adalah sebuah kekeliruan logika yang perlu diluruskan.
Rahasia Teknologi di Balik Keamanan Susu UHT
Banyak orang membayangkan proses pembuatan susu UHT (Ultra High Temperature) dilakukan dengan memasak susu di atas api besar dalam waktu lama, layaknya kita merebus air di dapur. Namun, Prof Epi menjelaskan bahwa mekanisme yang terjadi di industri jauh lebih canggih dan terukur.
Pemanasan dalam teknologi UHT dilakukan secara tidak langsung menggunakan uap panas (steam) yang dialirkan di luar pipa tempat susu mengalir. Dengan metode ini, susu tidak pernah bersentuhan langsung dengan sumber api. “UHT itu pemanasan tidak langsung. Ada uap panas yang suhunya bisa mencapai sekitar 140 derajat Celsius, lalu susu dilewatkan di dalam pipa hanya dalam hitungan detik,” ungkapnya.
Keseimbangan Antara Suhu Tinggi dan Durasi Singkat
Salah satu kunci mengapa nutrisi susu tetap terjaga terletak pada durasi prosesnya. Susu hanya terpapar suhu tinggi sekitar 130-140 derajat Celsius selama 2 hingga 4 detik saja. Waktu yang sangat singkat ini dirancang secara ilmiah untuk mencapai satu tujuan utama: mematikan mikroorganisme berbahaya tanpa merusak struktur gizi secara masif.
Prof Epi menekankan bahwa prinsip pengolahan pangan selalu berkaitan dengan keseimbangan antara suhu dan waktu. Dengan kombinasi yang presisi, bakteri patogen dapat dimusnahkan, sementara protein, lemak, dan mineral penting dalam susu tetap bertahan dalam kondisi optimal.
Apakah Ada Vitamin yang Berkurang?
Meski secara umum gizi tetap terjaga, Prof Epi tidak menampik adanya sedikit penurunan pada beberapa jenis vitamin yang bersifat sensitif terhadap panas. Namun, ia menegaskan bahwa angka penurunan tersebut relatif sangat kecil dan tidak mengubah status susu UHT sebagai sumber gizi yang berkualitas.
“Vitamin yang rentan panas mungkin sedikit menurun, itu pasti. Tapi sangat sedikit. Struktur utama seperti protein dan lemak tidak mengalami perubahan signifikan karena prosesnya yang kilat,” jelas sang pakar. Hal ini membuktikan bahwa susu UHT tetap menjadi pilihan praktis dan sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian keluarga.
Tips Mengonsumsi dan Menyimpan Susu UHT yang Benar
Karena telah melalui proses sterilisasi tingkat tinggi dan dikemas secara aseptik, susu UHT sebenarnya sudah dalam kondisi siap minum begitu kemasannya dibuka. Prof Epi menyebutkan bahwa tidak ada urgensi untuk merebus kembali susu tersebut sebelum dikonsumsi.
“Susu ini sudah steril, jadi sebenarnya tidak perlu dipanaskan lagi,” tuturnya. Meski demikian, bagi Anda yang lebih menyukai sensasi minuman hangat, penggunaan microwave untuk menghangatkan susu selama beberapa saat masih diperbolehkan.
Satu catatan penting yang sering diabaikan adalah cara penyimpanan setelah kemasan dibuka. Begitu segel terbuka, sterilitas susu akan hilang karena terpapar udara lingkungan. Oleh karena itu, susu UHT wajib disimpan di dalam lemari pendingin dan segera dihabiskan untuk menjaga kualitas serta mencegah kontaminasi bakteri dari luar.