Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada Bahaya UV Nail Lamp: Kisah Wanita yang Terkena Kanker Kulit Setelah 18 Tahun Rutin Manicure

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 31 Mei 2026 06:34 WIB
Waspada Bahaya UV Nail Lamp: Kisah Wanita yang Terkena Kanker Kulit Setelah 18 Tahun Rutin Manicure

Kabarmalam.com — Mempercantik kuku dengan teknik manicure memang menjadi ritual self-care yang menyenangkan bagi banyak wanita. Namun, sebuah kisah yang viral di media sosial baru-baru ini menjadi pengingat serius tentang risiko kesehatan yang mungkin tersembunyi di balik lampu pengering kuku atau UV nail lamp.

Kisah ini bermula dari unggahan dr. Rizqa Febriliany Putri melalui akun Threads @rizqafputri. Ia membagikan kasus seorang wanita berusia 52 tahun yang selama 18 tahun terakhir rutin melakukan manicure setiap tiga minggu sekali. Siapa sangka, kebiasaan yang bertujuan untuk memperindah penampilan tersebut justru berujung pada diagnosis medis yang mengejutkan.

Munculnya Lesi Misterius di Punggung Tangan

Setelah bertahun-tahun terpapar sinar dari perangkat pengering kuku, wanita berkulit cerah tersebut mulai menyadari adanya perubahan pada kulitnya. Muncul benjolan-benjolan kecil yang terasa menebal, kasar, hingga bersisik di area punggung tangan dan kaki. Kondisi ini dilaporkan semakin memburuk dalam satu tahun terakhir.

Setelah dilakukan biopsi terhadap tiga lesi di tangannya, hasil laboratorium menunjukkan kenyataan pahit: dua lesi telah berkembang menjadi kanker kulit tahap awal atau Squamous Cell Carcinoma (SCC) in situ. Sementara itu, satu lesi lainnya didiagnosis sebagai actinic keratosis (AK), sebuah kondisi prakanker yang muncul akibat paparan sinar ultraviolet (UV) yang kronis.

Baca Juga  6 Sinyal Alami Anda Menua dengan Anggun dan Tetap Awet Muda, Cek Kriterianya di Sini!

Kecurigaan tim medis semakin menguat karena pola persebaran benjolan tersebut tidak biasa. Lesi-lesi tersebut terkonsentrasi tepat di area punggung tangan yang paling sering terpapar sinar dari lampu UV saat proses pengeringan kuteks dilakukan.

Penjelasan Medis: Akumulasi Radiasi yang Berbahaya

Menanggapi fenomena ini, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, FINSDV, FAADV, seorang spesialis kulit dan kelamin, memberikan pandangan profesionalnya. Menurutnya, meski UV nail lamp mungkin bukan penyebab tunggal, penggunaannya dalam jangka panjang sangat berkontribusi pada kerusakan DNA kulit.

“Penggunaan rutin setiap tiga minggu selama 18 tahun menjadi faktor kontribusi terhadap akumulasi paparan UV pada punggung tangan. Temuan actinic keratosis sendiri adalah tanda nyata kerusakan kulit akibat paparan UV kronis,” jelas dr. Darma.

Baca Juga  Waspada Sarang Bakteri di Kamar Mandi: Inilah Panduan Lengkap Kapan Harus Mencuci dan Mengganti Handuk Anda

Ia juga menambahkan bahwa individu dengan warna kulit terang (fototipe Fitzpatrick I-II) memiliki risiko yang jauh lebih tinggi. Hal ini dikarenakan kadar melanin atau pelindung alami kulit mereka lebih rendah, sehingga sel-sel kulit lebih rentan mengalami mutasi akibat radiasi. Anda bisa membaca lebih lanjut mengenai tips kesehatan kulit untuk memahami jenis kulit Anda.

Bahaya yang Tak Terlihat di Dalam Ruangan

Satu hal yang menarik dari kasus ini adalah fakta bahwa sang pasien lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan jarang melakukan aktivitas luar ruangan yang ekstrem. Namun, dr. Darma mengingatkan bahwa berada di dalam ruangan bukan berarti sepenuhnya aman dari ancaman sinar UV.

“Sinar UVA dapat menembus kaca jendela, baik di rumah, kantor, maupun kendaraan. Kerusakan kulit akibat UV adalah hasil dari paparan kumulatif selama puluhan tahun, bukan hanya dari satu sumber tunggal,” ungkapnya. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada terhadap paparan radiasi ultraviolet dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Bahaya Menghirup Debu Tikus: Panduan Lengkap Membersihkan Kotoran Hewan Pengerat Tanpa Risiko Hantavirus

Cara Aman Tetap Cantik dengan Manicure

Meski kasus ini terdengar mengkhawatirkan, bukan berarti Anda harus berhenti melakukan manicure sepenuhnya. Para ahli menyarankan beberapa langkah preventif untuk meminimalkan risiko:

  • Gunakan Tabir Surya: Oleskan sunscreen broad-spectrum dengan SPF minimal 30 hingga 50 pada seluruh punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum sesi manicure dimulai.
  • Sarung Tangan Anti-UV: Gunakan sarung tangan khusus yang dirancang untuk melindungi kulit dari radiasi lampu kuku, di mana hanya bagian ujung jari saja yang terbuka.
  • Perhatikan Durasi: Kurangi frekuensi penggunaan lampu UV jika memungkinkan dan jangan biarkan tangan terpapar cahaya lebih lama dari yang diperlukan.

Kanker kulit tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari tabungan paparan radiasi sepanjang hidup. Dengan kewaspadaan dini dan perlindungan yang tepat, Anda tetap bisa tampil cantik tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid