Ikuti Kami
kabarmalam.com

Refleksi Parenting Ringgo Agus Rahman: Menemukan Kembali Sosok ‘Anak Kecil’ dalam Peran Ayah

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 31 Mei 2026 13:34 WIB
Refleksi Parenting Ringgo Agus Rahman: Menemukan Kembali Sosok 'Anak Kecil' dalam Peran Ayah

Kabarmalam.com — Menjadi orang tua sering kali dianggap sebagai fase kedewasaan mutlak, namun bagi aktor Ringgo Agus Rahman, perjalanan ini justru menjadi medium untuk kembali merangkul sisi kekanak-kanakannya. Di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan, Ringgo dan sang istri, Sabai Dieter, terus berproses dalam mendidik kedua buah hati mereka, Bjorka yang kini berusia 10 tahun dan si bungsu Mars yang berumur 5 tahun.

Bagi Ringgo, tidak ada kurikulum tetap dalam hal parenting. Ia meyakini bahwa setiap orang tua memiliki jalan yang berbeda, dan baginya, belajar adalah proses yang tidak akan pernah menemui garis finis. Meskipun literatur mengenai pola asuh bertebaran di mana-mana, Ringgo lebih memilih pendekatan yang personal dan adaptif, menyesuaikan diri dengan karakter unik masing-masing anaknya.

Baca Juga  Hobi Makan Seblak Tiap Hari, Wanita Asal Bekasi Ini Justru Berakhir di Meja Operasi Akibat Kista

Bahasa Cinta yang Tak Biasa

Salah satu aspek yang paling menarik dari hubungan Ringgo dengan putra sulungnya, Bjorka, adalah cara mereka berkomunikasi. Jika kebanyakan orang tua mengharapkan ungkapan kasih sayang yang manis secara verbal, Ringgo justru membangun ikatan lewat ‘bahasa rahasia’ yang mungkin terdengar aneh bagi telinga orang awam.

“Hubungan saya dengan Bjorka itu bukan sekadar ‘I love you’ yang dibalas dengan ungkapan serupa. Kadang kami justru saling berteriak ‘I hate you Bjorka’ dan dia membalas ‘I hate you Baba’,” ungkap Ringgo dalam sebuah kesempatan bincang santai. Baginya, ungkapan tersebut bukanlah bentuk kebencian, melainkan manifestasi dari keakraban yang mendalam. Ia menyadari bahwa orang luar mungkin melihatnya sebagai hal yang kasar, namun baginya, itu adalah bahasa autentik yang hanya dimengerti oleh mereka berdua.

Baca Juga  Denise Chariesta Pasang Badan Hadapi Kritik Netizen: Tegaskan Pola Asuh Disiplin Tanpa Kekerasan

Menjadi Pelabuhan Aman bagi Anak

Lebih dari sekadar teman bermain, Ringgo memiliki visi besar untuk menjadi ‘tempat aman’ atau safe space bagi anak-anaknya. Ia ingin membangun kepercayaan sedini mungkin agar Bjorka dan Mars tidak merasa sungkan atau takut untuk bercerita mengenai hal-hal sensitif sekalipun di masa depan. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa dirinya menjadi orang pertama yang dicari ketika anak-anaknya menghadapi masalah dalam tumbuh kembang mereka.

Menyembuhkan ‘Inner Child’ Lewat Pola Asuh

Ringgo juga berbagi sisi kerentanan dirinya dengan mengakui bahwa ia sering merasa seperti sosok anak kecil yang terjebak dalam raga orang dewasa. Alih-alih melihat hal ini sebagai hambatan, ia justru menjadikannya kekuatan dalam menerapkan pola asuh yang lebih empatik.

Baca Juga  Siloam Cardiac Summit 2026: Mengintegrasikan Teknologi dan Empati Demi Menekan Angka Kematian Penyakit Jantung

“Gue menyadari bahwa gue masih anak kecil yang terjebak di tubuh dewasa. Gue punya inner child yang ingin gue perbaiki bersama-sama dengan anak-anak,” tutur Ringgo. Dengan masuk ke dunia mereka, bermain game bersama, dan benar-benar memposisikan diri sejajar dengan anak, Ringgo merasa bisa memberikan kualitas perhatian yang lebih tulus sekaligus menyembuhkan sisi masa kecilnya sendiri.

Melalui pendekatan yang jujur dan penuh eksplorasi ini, Ringgo Agus Rahman membuktikan bahwa menjadi ayah bukan berarti harus selalu tampil kaku dan otoriter. Kehangatan, kejujuran, dan kemauan untuk memahami dunia anak adalah kunci utama dalam membangun fondasi kesehatan mental keluarga yang kuat.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid