Prestasi Gemilang Pendidikan Banten: Angka Melek Huruf Generasi Muda Nyaris Sempurna
Minggu, 31 Mei 2026 00:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah kabar menggembirakan datang dari ranah pendidikan di tanah Jawara. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Banten mencatatkan kemajuan signifikan dalam kualitas sumber daya manusianya. Angka Melek Huruf (AMH) di kalangan generasi muda daerah ini dilaporkan hampir menyentuh angka sempurna, sebuah pencapaian yang menandakan keberhasilan akses pendidikan yang semakin inklusif.
Data yang dihimpun melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2025 menunjukkan bahwa generasi muda Banten kini memiliki tingkat literasi mencapai 99,95 persen. Capaian membanggakan ini mengindikasikan bahwa tantangan buta aksara di kalangan remaja dan pemuda hampir sepenuhnya teratasi di wilayah tersebut.
Dominasi Angka Partisipasi Sekolah
Pencapaian luar biasa ini berjalan selaras dengan meratanya Angka Partisipasi Sekolah (APS). Untuk jenjang pendidikan dasar, persentase partisipasi siswa telah menembus angka 99,52 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa hampir seluruh anak usia sekolah di Banten kini telah mendapatkan hak pendidikan mereka secara layak tanpa hambatan berarti.
Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran krusial para pendidik di lapangan. BPS mencatat bahwa kualitas tenaga pengajar di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan standar yang stabil. Saat ini, sebanyak 97 persen guru telah memenuhi standar kualifikasi akademik minimal, yakni memegang ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D4).
Tantangan Literasi Digital di Masa Depan
Meski sukses besar dalam hal literasi baca-tulis konvensional, dunia pendidikan di Banten kini dihadapkan pada tantangan baru di era transformasi teknologi, yakni tuntutan untuk melek digital. Meski sekitar 84,38 persen pelajar di Banten sudah aktif berselancar di internet, pola akses mereka masih tergolong terbatas.
Faktanya, mayoritas siswa masih sangat bergantung pada perangkat telepon seluler untuk menunjang aktivitas belajar mereka. Sementara itu, akses terhadap perangkat pendukung yang lebih mumpuni seperti laptop atau komputer masih tergolong minim, yakni hanya menyentuh angka 20,11 persen. Kesenjangan fasilitas ini menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan.
Pihak BPS menekankan bahwa situasi ini merupakan peluang strategis bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan akselerasi pemerataan infrastruktur teknologi. Dengan penyediaan perangkat digital yang lebih memadai, diharapkan proses pembelajaran tidak hanya sekadar bisa membaca, namun juga mampu bersaing di kancah global yang serba digital.