Kunci Emas Tumbuh Kembang Anak: Mengapa Nutrisi Harus Beriringan dengan Stimulasi?
Sabtu, 30 Mei 2026 23:34 WIB
Kabarmalam.com — Memastikan buah hati tumbuh cerdas dan sehat merupakan dambaan setiap orang tua. Namun, perjalanan menuju tumbuh kembang yang optimal ternyata membutuhkan lebih dari sekadar asupan makanan di atas piring. Dibutuhkan sinergi kuat antara asupan gizi yang presisi dan stimulasi yang tepat sasaran sejak dini.
Dalam sebuah diskusi inspiratif bertajuk ‘Maksimalkan Kecerdasan Si Kecil, Lengkapi dengan Nutrisi Sempurna’ yang diinisiasi oleh Frisian Flag Indonesia di Atrium Bintaro Xchange Mall (BXC) 2, Sabtu (30/5/2026), dr. Mulki Angela, CIMI, Sp.A, Ph.D, membedah rahasia di balik periode emas pertumbuhan anak. Menurutnya, fondasi masa depan anak sebenarnya telah diletakkan jauh sebelum mereka menghirup udara dunia, tepatnya melalui 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Investasi Jangka Panjang Sejak dalam Kandungan
Dokter Mulki menjelaskan bahwa rentang waktu dari masa janin hingga anak menginjak usia dua tahun adalah periode yang sangat krusial. Pada fase inilah nutrisi lengkap memainkan peran fundamental. Namun, perhatian orang tua tidak boleh kendur setelah melewati masa balita.
“Tumbuh kembang anak itu berlanjut hingga usia 18 tahun. Jadi, pemenuhan gizi dan stimulasi yang sesuai jenjang usia harus terus diberikan secara konsisten, tidak berhenti di seribu hari pertama saja,” tegas dr. Mulki di hadapan para orang tua yang hadir.
Bukan Sekadar Kenyang, Tapi Gizi Seimbang
Dalam hal asupan, dr. Mulki mengingatkan pentingnya komposisi gizi seimbang yang mencakup makronutrien dan mikronutrien. Keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral adalah harga mati. Secara khusus, ia menyoroti peran asam lemak esensial seperti Omega-3 dan Omega-6 yang menjadi bahan bakar utama bagi perkembangan otak anak.
Selain makanan utama, kesehatan anak juga didukung oleh kebiasaan mengonsumsi camilan sehat. Susu tetap menjadi rekomendasi utama sebagai pelengkap nutrisi harian karena kekayaan protein, kalsium, dan lemak baik yang terkandung di dalamnya.
Stimulasi: Nutrisi bagi Jiwa dan Logika
Ada satu hal yang sering kali terlupakan: anak tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga berkembang secara mental dan sosial. Di sinilah stimulasi mengambil peran. Perkembangan anak yang paripurna mencakup kemampuan motorik, bahasa, sosial-emosional, hingga kognitif.
“Nutrisi saja tidak cukup jika kita ingin anak mencapai potensi maksimalnya. Stimulasi yang sesuai usia sangatlah vital. Orang tua harus menjadi teladan dan teman interaksi yang aktif bagi anak,” tambah dr. Mulki. Ia juga menyarankan agar orang tua mengedepankan aktivitas bermain bagi anak usia prasekolah ketimbang memaksakan beban akademis yang terlalu dini atau membiarkan anak terpapar gadget secara berlebihan.
Kemeriahan Edukasi dan Kreativitas di Bintaro
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya menyajikan edukasi medis, tetapi juga menjadi panggung kreativitas anak-anak. Mulai dari penampilan apik dance dari TL Al Azhar BSD, paduan suara merdu dari TK Abdi Siswa Bintaro, hingga Tari Setinggi Langit yang memukau penonton dengan nuansa biru-putihnya.
Tak ketinggalan, sesi Cooking Creation bersama Chef Dimas Hanif Makarim menjadi daya tarik tersendiri. Chef Dimas mendemonstrasikan bagaimana produk Frisian Flag bisa diolah menjadi menu kekinian yang menggugah selera, seperti Ubee Unbake Cheesecake hingga Daifuku Brownies yang legit. Kemeriahan ini ditutup dengan performa musikal dari Mydoremi Musical Studio yang membawakan lagu-lagu anak legendaris.
Bagi warga Surabaya yang ingin mendapatkan edukasi serupa mengenai pola asuh dan nutrisi, rangkaian acara ‘Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti’ dijadwalkan akan menyapa Tunjungan Plaza pada 19-21 Juni 2026 mendatang.