Cantik Berujung Petaka: Viral Kisah Wanita Kena Kanker Kulit Akibat Rutin Manicure UV, Begini Cara Mencegahnya
Sabtu, 30 Mei 2026 20:04 WIB
Kabarmalam.com — Tren kecantikan memang tak ada habisnya, namun sebuah kisah yang belakangan viral di media sosial Threads menjadi alarm bagi para pecinta perawatan kuku. Melalui unggahan akun @rizqafputri, dunia maya dikejutkan dengan diagnosis medis seorang wanita berusia 52 tahun yang mengidap kanker kulit stadium awal. Mirisnya, kondisi ini diduga kuat berkaitan erat dengan kebiasaan rutinnya melakukan manicure menggunakan lampu ultraviolet (UV) selama belasan tahun.
Kisah di Balik Diagnosa Medis
Berdasarkan penuturan dr. Rizqa Febriliany Putri, pasien tersebut merupakan individu yang sangat telaten menjaga penampilan kukunya. Selama 18 tahun terakhir, ia tidak pernah absen melakukan perawatan manicure setiap tiga minggu sekali. Namun, konsistensi ini harus dibayar mahal ketika muncul benjolan kecil atau lesi di punggung tangannya. Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut memburuk; kulit mulai memerah, menebal, hingga terasa kasar dan bersisik.
Setelah dilakukan tindakan biopsi pada tiga titik berbeda, hasil laboratorium menunjukkan temuan yang mengkhawatirkan. Dua dari lesi tersebut didiagnosis sebagai Squamous Cell Carcinoma (SCC) in situ atau tahap awal kanker kulit, sementara satu titik lainnya merupakan actinic keratosis (AK), sebuah kondisi lesi prakanker yang dipicu oleh paparan sinar matahari atau UV yang berlebihan.
Kecurigaan Medis: Mengapa Hanya di Tangan?
Hal yang membuat tim medis semakin yakin akan sumber masalahnya adalah pola distribusi lesi tersebut. Dr. Rizqa menjelaskan bahwa lesi tidak ditemukan di bagian tubuh lain seperti wajah, punggung, atau kaki yang biasanya juga terpapar sinar matahari. Lokasi lesi yang spesifik hanya pada punggung tangan mengarahkan kecurigaan kuat pada penggunaan lampu UV saat prosedur manicure.
Langkah Proteksi: Tips Tetap Aman Saat Manicure
Meskipun risiko ini nyata, bukan berarti Anda harus berhenti total melakukan perawatan kuku. Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, memberikan beberapa panduan praktis agar tetap aman saat melakukan perawatan kecantikan ini:
- Gunakan Tabir Surya: Aplikasikan sunscreen broad-spectrum dengan minimal SPF 30 hingga 50 di seluruh punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum tangan masuk ke dalam mesin UV.
- Gunakan Sarung Tangan Pelindung: Pilih sarung tangan khusus anti-UV yang hanya menyisakan bagian ujung kuku yang terbuka, sehingga kulit tangan terlindungi secara fisik dari radiasi.
Pahami Risiko Akumulasi UV
Dr. Darma juga menekankan bahwa kanker kulit tidak terjadi secara mendadak hanya karena satu atau dua kali kunjungan ke salon. Risiko ini bersifat akumulatif, artinya merupakan hasil dari total paparan sinar UV yang diterima kulit sepanjang hidup kita. Kelompok yang memiliki kulit terang, riwayat keluarga pengidap kanker, atau kulit yang sangat sensitif disarankan untuk lebih waspada.
Hingga saat ini, belum ada batasan ilmiah yang kaku mengenai berapa kali seseorang boleh melakukan manicure UV dalam sebulan. Namun, melakukan langkah preventif sejak dini adalah kunci untuk tetap tampil cantik tanpa mengorbankan kesehatan kulit jangka panjang.