Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bahaya Tersembunyi di Balik Manicure Cantik: Benarkah Sinar UV Nail Lamp Picu Kanker Kulit?

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 29 Mei 2026 20:34 WIB
Bahaya Tersembunyi di Balik Manicure Cantik: Benarkah Sinar UV Nail Lamp Picu Kanker Kulit?

Kabarmalam.com — Jagat maya baru-baru ini dikejutkan oleh unggahan viral mengenai risiko kesehatan di balik hobi mempercantik kuku. Sebuah kisah yang dibagikan melalui platform media sosial Threads mengungkap nasib pilu seorang wanita berusia 52 tahun yang didiagnosis menderita kanker kulit stadium awal. Dugaan kuat mengarah pada rutinitas penggunaan perangkat UV nail lamp saat melakukan manicure yang telah ia jalani selama belasan tahun.

Wanita yang identitasnya dirahasiakan tersebut diketahui telah menjalani ritual kecantikan kuku setiap tiga minggu sekali selama 18 tahun terakhir di salon langganannya. Namun, estetika yang ia kejar harus dibayar mahal ketika punggung tangan dan kakinya mulai menunjukkan gejala yang tidak wajar. Muncul benjolan kecil kemerahan yang terasa kasar, menebal, dan bersisik di area yang sering terpapar sinar lampu pengering cat kuku tersebut.

Baca Juga  Silent Killer yang Sering Terabaikan: Mengenal Gejala dan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks

Temuan Medis: Dari Prakanker hingga Kanker Stadium Awal

Berdasarkan informasi medis yang dihimpun, pemeriksaan biopsi terhadap tiga titik lesi di punggung tangan pasien menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Dua lesi terkonfirmasi sebagai Squamous Cell Carcinoma (SCC) in situ, yang merupakan tahap sangat awal dari kanker kulit. Sementara itu, satu lesi lainnya didiagnosis sebagai actinic keratosis (AK), sebuah kondisi prakanker yang umum terjadi akibat paparan sinar ultraviolet (UV) kronis.

Kenyataan yang lebih mengejutkan terungkap saat dokter menemukan lebih dari 25 lesi prakanker lainnya yang tersebar di punggung tangan pasien tersebut. Fenomena ini memicu diskusi luas mengenai keamanan perawatan kuku modern yang melibatkan teknologi sinar UV.

Baca Juga  Hanya 62 Kalori, Buah Segar Ini Ternyata Mampu Jadi Perisai Alami Kulit dari Paparan Sinar UV

Penjelasan Ahli Mengenai Dampak Kumulatif

Menanggapi kasus yang tengah menjadi perbincangan hangat ini, spesialis kulit dan kelamin konsultan dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, memberikan analisis mendalam. Menurut dr. Darma, meskipun sulit untuk menunjuk UV nail lamp sebagai penyebab tunggal secara absolut, durasi paparan selama 18 tahun menjadi faktor kontribusi yang tidak bisa diabaikan.

“Penggunaan UV nail lamp secara rutin setiap tiga minggu dalam jangka waktu yang sangat lama kemungkinan besar menjadi faktor pemicu akumulasi paparan UV pada punggung tangan. Temuan actinic keratosis sendiri adalah indikator nyata dari kerusakan kulit akibat paparan radiasi UV yang berlangsung terus-menerus,” jelas dr. Darma saat dihubungi oleh tim Kabarmalam.com.

Siapa yang Paling Rentan Terkena Dampak?

Dr. Darma juga menyoroti bahwa individu dengan kulit terang atau memiliki fototipe Fitzpatrick I-II memiliki risiko yang jauh lebih tinggi. Kelompok ini memiliki perlindungan melanin yang lebih rendah, sehingga sel-sel kulit mereka lebih rentan mengalami kerusakan DNA saat terpapar sinar UV. Hal ini menjadi catatan penting dalam menjaga kesehatan kulit bagi mereka yang rutin mengunjungi salon kecantikan.

Baca Juga  Rahasia Mengatasi Skin Barrier yang 'Ngamuk': Panduan Lengkap Menjaga Benteng Pertahanan Kulit Tetap Sehat

Walaupun sinar yang dipancarkan oleh lampu kuku umumnya adalah jenis UVA yang intensitasnya sering dianggap lebih rendah dibanding sinar matahari, dr. Darma memperingatkan bahwa paparan berulang dalam jangka panjang tetap berpotensi menimbulkan photoaging, masalah pigmentasi, hingga risiko kanker kulit yang serius. Kewaspadaan dan pembatasan frekuensi penggunaan perangkat serupa sangat disarankan untuk meminimalisir risiko kesehatan di masa depan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid