Mitos atau Fakta: Benarkah Hobi Makan Seblak Memicu Kista Ovarium? Ini Penjelasan Medisnya
Kamis, 28 Mei 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan oleh kekhawatiran para kaum hawa terkait konsumsi kuliner pedas favorit, seblak, yang dituding menjadi biang kerok munculnya kista ovarium. Narasi yang beredar cukup meresahkan, menggambarkan seolah semangkuk kerupuk basah bumbu kencur itu adalah tiket menuju meja operasi. Namun, benarkah asumsi medis di balik fenomena viral tersebut?
Meluruskan Mitos: Hubungan Seblak dan Kista
Menanggapi isu yang kian liar, dr. M Luky Satria Syahbana Marwali, SpOG, SubspKFER, Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Brawijaya Hospital Antasari, memberikan pencerahan. Secara tegas, ia membantah anggapan bahwa ada makanan spesifik yang menjadi penyebab langsung tumbuhnya kista. Menurutnya, kesehatan reproduksi lebih dipengaruhi oleh pola hidup secara menyeluruh daripada sekadar satu jenis makanan tertentu.
“Ini lebih ke arah kesehatan secara umum ya, bukannya ‘makan ini jadi kista’, tidak. Yang jelas makanlah yang sehat,” ujar dr. Luky. Beliau menekankan bahwa moderasi adalah kunci dalam mengonsumsi makanan sehari-hari.
Pola Makan dan Kondisi Medis Khusus
Meski seblak bukan penyebab langsung kista, dr. Luky mengingatkan bahwa bagi wanita yang sudah memiliki kondisi medis tertentu, seperti endometriosis atau PCOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome), pengaturan asupan makanan menjadi sangat krusial. Dalam kondisi tersebut, tubuh biasanya lebih sensitif terhadap pemicu peradangan.
Para wanita dengan kondisi ini disarankan untuk lebih bijak dalam memilih menu, misalnya dengan mengurangi asupan karbohidrat berlebih dan menghindari makanan pro-inflamasi. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan hormon dan kualitas kesehatan reproduksi secara jangka panjang.
Apakah Kista Selalu Harus Dioperasi?
Ketakutan terbesar wanita ketika didiagnosa memiliki kista adalah keharusan untuk naik ke meja bedah. Namun, dr. Luky menjelaskan bahwa tidak semua kista memerlukan tindakan operasi. Prosedur medis sangat bergantung pada jenis, ukuran, dan potensi bahaya dari kista itu sendiri.
“Jika tidak ada kecurigaan keganasan, ukurannya kecil, dan jenis kistanya bukan yang berisiko terpuntir atau pecah, biasanya hanya diobservasi saja. Selama tidak membesar dan tidak ada keluhan, kista tersebut bisa dibiarkan,” jelas pakar fertilitas tersebut.
Sebagai simpulan, menikmati jajanan viral seperti seblak sah-sah saja asalkan tidak berlebihan. Menjaga gaya hidup sehat, aktif bergerak, dan rutin melakukan pemeriksaan medis jauh lebih efektif untuk mencegah berbagai penyakit daripada sekadar menghindari satu jenis makanan karena ketakutan yang tidak berdasar.