Ikuti Kami
kabarmalam.com

Memahami Perubahan PCOS Menjadi PMOS: Mengapa Istilah Ini Lebih Akurat bagi Kesehatan Wanita?

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 28 Mei 2026 19:34 WIB
Memahami Perubahan PCOS Menjadi PMOS: Mengapa Istilah Ini Lebih Akurat bagi Kesehatan Wanita?

Kabarmalam.com — Selama puluhan tahun, para wanita mungkin lebih akrab dengan istilah Polycystic Ovary Syndrome atau yang populer disebut sebagai PCOS. Namun, belakangan ini muncul istilah baru yang mulai diperkenalkan di kalangan medis, yakni Polyendokrin Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Lantas, apakah ini sekadar perubahan nama, atau ada makna klinis yang lebih mendalam di baliknya?

Bukan Sekadar Masalah Ovarium

Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Brawijaya Hospital Antasari, dr. M Luky Satria Syahbana Marwali, SpOG, SubspKFER, memberikan penjelasan mendalam mengenai pergeseran terminologi ini. Menurutnya, istilah PCOS yang selama ini digunakan cenderung memberikan kesan bahwa masalah kesehatan tersebut hanya berfokus pada ovarium atau indung telur saja. Padahal, realitanya jauh lebih kompleks dari itu.

Baca Juga  Waspada Kanker Serviks: Membedah Langkah Pencegahan Dini dari Ancaman 'Silent Killer' Wanita

“Sebetulnya itu tidak hanya terbatas di ovarium, jadi dia bersifat polyendokrin,” ungkap dr. Luky dalam sebuah kesempatan wawancara. Ia menekankan bahwa diagnosis yang mengarah ke PCOS sebenarnya mencakup sistem tubuh yang lebih luas dan tidak terkotak-kotak pada satu organ.

Mengapa PMOS Lebih Menggambarkan Realita?

Penggunaan nama PMOS dianggap lebih representatif karena mencakup tiga pilar utama gangguan yang terjadi dalam tubuh pasien, yakni:

  • Polyendokrin: Mencakup gangguan hormon yang luas, mulai dari hormon di otak, ginjal, hingga ovarium.
  • Metabolic: Merujuk pada adanya gangguan metabolik seperti resistensi insulin yang kerap menyertai kondisi ini.
  • Ovarian: Tetap menyertakan keterlibatan masalah pada indung telur.

Dengan istilah baru ini, diharapkan pasien dan tenaga medis memiliki pemahaman yang lebih komprehensif bahwa penyakit ini memiliki efek domino terhadap berbagai fungsi tubuh lainnya, bukan hanya soal kesehatan reproduksi semata.

Baca Juga  Hobi Makan Seblak Tiap Hari, Wanita Asal Bekasi Ini Justru Berakhir di Meja Operasi Akibat Kista

Lalu, Bagaimana dengan Pengobatannya?

Meski penyebutannya bergeser dari PCOS menjadi PMOS, dr. Luky memastikan bahwa pasien tidak perlu merasa khawatir atau bingung mengenai langkah penanganan. Perubahan nama ini lebih ditujukan untuk akurasi diagnostik secara keseluruhan agar mencerminkan kondisi medis yang sebenarnya.

“Pengobatannya sih tetap sama, diagnostiknya tetap sama, semuanya sama. Hanya saja, PMOS menggambarkan penyakitnya secara keseluruhan dengan lebih tepat,” pungkas pakar fertilitas tersebut.

Bagi para wanita, memahami gangguan hormon ini sangat penting untuk mendeteksi gejala lebih dini. Dengan pemahaman bahwa PMOS adalah masalah sistemik, pendekatan pola hidup sehat dan konsultasi medis yang rutin menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan metabolisme dan hormon tubuh.

Baca Juga  Alarm Bahaya Ebola di Afrika: Ratusan Korban Berjatuhan, WHO Tetapkan Status Darurat Internasional
Tentang Penulis
Wahid
Wahid