Rayakan Juara Persib dengan Sajam dan Miras, Sejumlah Oknum Bobotoh di Cianjur Berakhir di Sel
Minggu, 24 Mei 2026 00:33 WIB
Kabarmalam.com — Euforia kemenangan Persib Bandung yang seharusnya menjadi pesta rakyat bagi masyarakat Jawa Barat, justru ternoda oleh ulah segelintir oknum. Di wilayah Cianjur, pihak kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan mengamankan sejumlah oknum Bobotoh yang kedapatan melanggar hukum saat merayakan gelar juara liga sepak bola Indonesia pada Sabtu (23/5/2026).
Aksi konvoi yang semula diharapkan berjalan tertib berubah menjadi sasaran penertiban aparat setelah ditemukan adanya pelanggaran berat, mulai dari penyalahgunaan minuman keras hingga kepemilikan senjata tajam. Berdasarkan pantauan di lapangan, rombongan massa ini melintasi Jalan KH Abdullah bin Nuh, tepat di hadapan Mapolres Cianjur, dengan menggunakan sepeda motor yang didominasi knalpot bising atau brong.
Aksi Nekat dan Temuan Barang Bukti
Ketegangan sempat memuncak ketika sebuah mobil dengan nomor polisi F 1298 WL diberhentikan oleh petugas. Alih-alih kooperatif, pengemudi mobil tersebut justru mencoba melarikan diri dan nyaris menabrak aparat yang sedang berjaga. Setelah berhasil dihentikan, petugas menemukan fakta mengejutkan: sopir dan dua penumpangnya dalam kondisi mabuk berat akibat pengaruh minuman keras.
Tak berhenti di situ, penggeledahan mendalam di dalam kabin mobil mengungkap adanya sebilah pisau yang dibawa oleh para penumpang. Temuan ini menambah daftar pelanggaran serius dalam perayaan yang seharusnya bersifat sukacita tersebut.
“Kami telah mengamankan beberapa individu saat konvoi perayaan gelar juara Persib. Tindakan ini diambil karena mereka terbukti berada di bawah pengaruh miras dan membawa senjata tajam,” tegas Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi.
Dugaan Penyalahgunaan Narkoba dan Ratusan Motor Disita
Selain miras, polisi juga menaruh kecurigaan besar terhadap kondisi fisik para oknum tersebut. Saat diinterogasi, beberapa di antaranya memberikan jawaban yang tidak masuk akal atau melantur, sehingga kuat dugaan mereka juga mengonsumsi obat-obatan terlarang.
“Saat ini mereka sedang menjalani tes urine. Ada indikasi penggunaan narkotika atau obat terlarang karena bicaranya sudah tidak karuan saat dimintai keterangan,” tambah Alexander.
Selain penangkapan individu, Polres Cianjur juga melakukan penindakan massal terhadap kendaraan yang tidak sesuai standar operasional. Setidaknya, lebih dari 100 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong serta tidak dilengkapi surat-surat resmi langsung disita oleh petugas. Pemilik kendaraan hanya diperbolehkan mengambil motor mereka setelah mengganti knalpot tersebut dengan standar pabrikan di lokasi.
Menjaga Marwah Kemenangan
Langkah tegas ini, menurut Alexander, merupakan upaya preventif agar kenyamanan masyarakat umum tidak terganggu oleh aksi anarkis. Pihak kepolisian mengimbau agar para pendukung setia Maung Bandung tidak mencoreng prestasi gemilang tim kebanggaan mereka dengan perilaku kriminal.
“Kemenangan hattrick Persib Bandung adalah sejarah yang membanggakan bagi kita semua. Jangan sampai sejarah ini dicederai oleh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Mari rayakan dengan tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya menutup pernyataan.