Kyiv Mencekam! Rusia Kerahkan Rudal Hipersonik Oreshnik dalam Serangan Masif ke Ukraina
Minggu, 24 Mei 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Langit ibu kota Ukraina, Kyiv, berubah menjadi medan tempur yang mengerikan pada Minggu pagi (24/5/2026). Rusia meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran yang mengguncang stabilitas kawasan tersebut, memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sipil yang tengah memulai hari mereka.
Skala Serangan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Laporan dari militer Ukraina menyebutkan bahwa serangan kali ini memiliki intensitas yang sangat tinggi. Moskow dilaporkan mengerahkan sedikitnya 600 drone bunuh diri dan 90 rudal berbagai jenis untuk menembus sistem pertahanan udara Kyiv. Meski militer Ukraina berhasil menghalau sebagian besar ancaman dengan menjatuhkan 549 drone dan 55 rudal, dampak yang ditimbulkan tetap sangat fatal.
Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi hampir di seluruh distrik kota. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya empat orang, dengan rincian dua korban di pusat kota dan dua lainnya di wilayah pinggiran Kyiv. Selain korban jiwa, tercatat 56 orang mengalami luka-luka di ibu kota, sementara belasan lainnya terluka di wilayah Cherkasy dan Dnipropetrovsk akibat rembetan serangan udara tersebut.
Oreshnik: Senjata Hipersonik yang Mematikan
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Rusia kembali menggunakan rudal hipersonik tercanggih mereka, Oreshnik, dalam operasi ini. Rudal ini bukanlah senjata biasa; Oreshnik diklaim mampu melesat dengan kecepatan lebih dari 10 kali kecepatan suara, membuatnya hampir mustahil untuk dicegat oleh teknologi pertahanan udara konvensional saat ini.
“Mereka benar-benar gila,” tegas Zelensky melalui kanal Telegram resminya. Ia merinci bahwa rudal hipersonik tersebut menghantam berbagai infrastruktur vital, termasuk fasilitas penyediaan air bersih dan kawasan pemukiman di Bila Tserkva. Zelensky mengecam tindakan Putin yang dinilai sengaja menargetkan fasilitas publik seperti sekolah dan pasar tradisional.
Kepanikan di Jantung Kota
Suasana di Kyiv digambarkan sangat mencekam. Getaran hebat akibat ledakan rudal terasa hingga ke distrik pemerintahan, menyebabkan gedung-gedung bertingkat bergoyang. Ribuan warga terpaksa berhamburan mencari perlindungan di stasiun-stasiun metro bawah tanah yang kini beralih fungsi menjadi bungker darurat.
Pihak berwenang Ukraina bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi konflik Rusia-Ukraina yang semakin memanas. Serangan ini diduga kuat merupakan bentuk balas dendam Presiden Vladimir Putin atas serangan yang dilakukan pihak Ukraina di wilayah-wilayah pendudukan Rusia di bagian timur.
Dampak Kerusakan Luas
Kerusakan infrastruktur akibat serangan ini sangat masif. Klitschko melaporkan adanya kebakaran hebat di sebuah sekolah dan pusat bisnis di mana beberapa orang sempat terjebak di dalam ruang bawah tanah. Selain itu, fasilitas publik dan puluhan bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan berat, memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di negara tersebut.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus bekerja di lokasi-lokasi ledakan untuk mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun puing. Situasi di Ukraina terkini menunjukkan bahwa eskalasi perang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, justru semakin mematikan dengan keterlibatan teknologi senjata generasi terbaru.