32 Siswa SMAN 1 Padarincang Serang Tumbang, Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Minggu, 24 Mei 2026 22:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar kurang sedap datang dari wilayah Padarincang, Kabupaten Serang, setelah puluhan pelajar dilaporkan mengalami gejala medis yang mencemaskan. Sebanyak 32 siswa harus dilarikan ke pusat layanan kesehatan setelah diduga kuat menjadi korban keracunan makanan usai menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Puskesmas Padarincang, Uni Suhuda, mengonfirmasi bahwa gelombang pasien mulai berdatangan sejak pertengahan pekan lalu. Mayoritas dari mereka yang mengeluhkan kondisi kesehatan buruk ini berasal dari satu sekolah yang sama, yakni SMAN 1 Padarincang.
Kronologi dan Gejala yang Dialami Siswa
Menurut keterangan Uni, para siswa mulai memeriksakan diri secara bertahap sejak Rabu (20/5) hingga Sabtu (23/5). Mereka datang dengan kondisi fisik yang lemas dan menunjukkan gejala tipikal gangguan pencernaan akut. “Total ada 32 siswa yang masuk ke puskesmas kami, di mana rata-rata mereka adalah pelajar dari SMAN 1 Padarincang,” ungkap Uni pada Minggu (24/5/2026).
Kondisi kesehatan siswa yang terdampak cukup bervariasi, namun memiliki pola gejala yang identik. Keluhan utama yang dirasakan meliputi rasa mual yang hebat, muntah-muntah, nyeri perut melilit, hingga diare berkepanjangan yang menguras stamina para remaja tersebut.
Penanganan Medis dan Pasien Rujukan
Pihak Puskesmas Padarincang segera mengambil langkah cepat dengan melakukan observasi klinis terhadap seluruh korban. Beberapa siswa harus mendapatkan bantuan cairan melalui infus untuk mencegah dehidrasi parah akibat hilangnya cairan tubuh secara berlebih, sementara sebagian lainnya diperbolehkan pulang setelah diberikan pengobatan jalan dan kondisinya dinyatakan stabil.
Namun, tidak semua pasien bisa ditangani di tingkat puskesmas. Uni menjelaskan bahwa ada dua orang siswa yang memerlukan tindakan medis lebih spesifik dan intensif sehingga harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. “Setelah observasi, dua pasien diputuskan untuk dirujuk. Satu pasien dibawa ke RS Bhayangkara dan satu pasien lainnya ke RS Arafiq untuk penanganan lanjutan yang lebih komprehensif,” tambahnya.
Imbauan untuk Masyarakat dan Kelompok Rentan
Meskipun insiden ini sejauh ini hanya berdampak pada kelompok pelajar, pihak otoritas kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan di wilayah Kabupaten Serang. Hingga saat ini, belum ditemukan laporan serupa dari kelompok masyarakat rentan lainnya, seperti ibu hamil atau balita yang juga menjadi sasaran program nutrisi tersebut.
Uni Suhuda mengimbau agar masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap keamanan konsumsi Makan Bergizi Gratis. Ia meminta siapapun yang merasakan gejala gangguan pencernaan usai mengonsumsi makanan program tersebut untuk segera melapor. “Kami meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan, jika merasakan gejala keracunan untuk segera datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar bisa langsung mendapatkan pertolongan medis,” pungkasnya.