Patroli Gabungan Kebon Jeruk Gagalkan Rencana Tawuran, Celurit hingga Tembakau Sintetis Disita
Minggu, 17 Mei 2026 23:34 WIB
Kabarmalam.com — Langkah preventif aparat kepolisian dalam menjaga ketenangan malam di wilayah Jakarta Barat kembali membuahkan hasil nyata. Personel Polsek Kebon Jeruk berhasil membubarkan kerumunan remaja yang diduga kuat tengah mempersiapkan aksi tawuran pada Sabtu (16/5/2026) malam. Selain menggagalkan potensi bentrokan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berbahaya mulai dari senjata tajam hingga narkotika.
Operasi ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilakukan oleh Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat bersama unsur Tiga Pilar. Patroli skala besar ini menyisir berbagai titik rawan yang sering menjadi lokasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan tersebut.
Aksi Kejar-kejaran di Kegelapan Malam
Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha Ferdianto, menjelaskan bahwa kecurigaan petugas bermula saat melihat sekelompok remaja yang asyik nongkrong di lokasi yang dianggap rawan. Namun, suasana santai tersebut berubah drastis saat rombongan patroli mendekat.
“Begitu melihat petugas datang untuk melakukan pemeriksaan rutin, para remaja ini langsung kocar-kacir melarikan diri,” ungkap Kompol Nur Aqsha dalam keterangan resminya pada Minggu (17/5). Pelarian mereka meninggalkan kecurigaan mendalam bagi petugas di lapangan.
Tak tinggal diam, petugas segera melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi pelarian. Hasilnya cukup mengejutkan; di dalam sebuah bangunan kosong yang tak terpakai, polisi menemukan benda-benda yang dipersiapkan untuk aksi kekerasan. Petugas mengamankan dua bilah senjata tajam jenis celurit serta satu buah senjata mainan jenis klewang yang disembunyikan secara rapi.
Temuan Narkotika dan Komitmen Keamanan
Selain senjata, penggeledahan di lokasi tersebut juga mengungkap sisi gelap lainnya. Petugas menemukan paket narkoba jenis tembakau sintetis atau yang akrab disebut sinte. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas nongkrong tersebut tidak hanya berpotensi memicu kekerasan jalanan, tetapi juga penyalahgunaan zat terlarang.
Kompol Nur Aqsha menegaskan bahwa patroli KRYD ini adalah komitmen jangka panjang kepolisian untuk mewujudkan status “Zero Tawuran” di wilayah hukum Kebon Jeruk. Upaya ini dilakukan guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.
“Fokus utama kami adalah mengantisipasi berbagai bentuk tindak kriminalitas, mulai dari tawuran, begal, hingga aksi geng motor yang meresahkan. Keberhasilan penyitaan sajam dan narkoba ini membuktikan bahwa pengawasan wilayah secara rutin sangat vital untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini,” tambahnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Partisipasi warga dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Polsek Kebon Jeruk meminta warga tidak ragu untuk segera melapor melalui layanan call center kepolisian di 110 jika melihat adanya aktivitas mencurigakan atau kerumunan pemuda yang berpotensi memicu kegaduhan. Respon cepat dari laporan masyarakat akan sangat membantu petugas dalam mencegah jatuhnya korban jiwa akibat aksi kriminalitas di jalanan.