Ikuti Kami
kabarmalam.com

Fenomena Ubi Cream Cheese: Antrean Mengular di BSD dan Rahasia di Balik Jajanan Viral yang Dianggap Sehat

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 15 Mei 2026 14:34 WIB
Fenomena Ubi Cream Cheese: Antrean Mengular di BSD dan Rahasia di Balik Jajanan Viral yang Dianggap Sehat

Kabarmalam.com — Sebuah pemandangan tidak biasa belakangan ini kerap menghiasi salah satu sudut pusat perbelanjaan di kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang. Sejak pintu mal baru saja dibuka, riuh rendah antrean pembeli sudah tampak mengular panjang. Mereka bukan sedang mengantre gawai terbaru, melainkan demi sepotong kudapan yang tengah naik daun: ubi cream cheese.

Popularitas kuliner viral ini memang sulit terbendung. Bayangkan saja, stok ubi yang baru saja matang dari panggangan seringkali ludes hanya dalam kurun waktu kurang dari 30 menit. Fenomena ini didominasi oleh kalangan Gen Z dan milenial yang merasa penasaran setelah melihat unggahan yang berseliweran di media sosial mereka.

Harmoni Manis dan Gurih yang Memikat Lidah

Secara tampilan, ubi cream cheese sebenarnya cukup sederhana namun sangat menggugah selera. Rahasianya terletak pada penggunaan ubi Cilembu panggang yang dibelah tengahnya, kemudian diisi dengan limpahan cream cheese yang lembut. Saat dipanggang dengan suhu yang tepat, ubi Cilembu mengeluarkan madu alaminya, menciptakan tekstur yang terkaramelisasi dan sangat lembut.

Baca Juga  Sisi Lain Tren Ubi Cream Cheese Viral: Ketika Antrean Panjang Mengalahkan Nutrisi

Perpaduan antara rasa manis legit yang keluar dari serat ubi dengan sentuhan gurih asin dari keju krim memberikan pengalaman rasa yang unik. Tekstur creamy dari keju tersebut tidak hanya menambah kekayaan rasa, tetapi juga membuat sensasi makan ubi menjadi jauh lebih modern dan berkelas.

Antara Rasa Penasaran dan Gaya Hidup Sehat

Banyak pembeli yang rela berdiri berjam-jam dalam antrean hanya demi menjawab rasa penasaran mereka. Salah satunya adalah Ardi, seorang warga Tangerang yang mengaku tertarik karena keunikan presentasinya. “Hanya ingin mencoba saja bagaimana rasanya, sepertinya kombinasi yang unik dan menarik untuk dicoba,” tuturnya kepada Kabarmalam.com.

Namun, di balik sekadar tren, ada alasan lain yang lebih dalam. Silma (28), seorang pembeli lainnya, memilih jajanan sehat ini karena menganggapnya lebih aman dibandingkan camilan manis pada umumnya. Ia beranggapan bahwa ubi dan keju adalah bahan alami yang lebih baik daripada makanan yang diproses secara berlebihan (ultra-processed food). Pandangan ini mencerminkan pergeseran tren masyarakat yang kini mulai mencari alternatif camilan yang dianggap lebih natural.

Baca Juga  Fenomena Ubi Cream Cheese: Rahasia Nutrisi di Balik Kudapan Viral yang Menghipnotis Gen Z

Wanti-wanti Pakar: Tetap Ada Batasan Lemak

Meskipun ubi memiliki reputasi yang baik di dunia nutrisi, para ahli kesehatan tetap memberikan catatan penting. dr. Tjandraningrum, SpGK, seorang praktisi kesehatan, menjelaskan bahwa ubi memang sumber karbohidrat kompleks yang sangat baik karena memiliki serat tinggi yang lambat diserap oleh sistem pencernaan.

Namun, ia memberikan peringatan terkait penggunaan cream cheese. “Rasanya memang sangat lezat, tetapi kita harus ingat bahwa kadar lemak jenuh pada cream cheese cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, ini bisa memicu masalah kesehatan bagi sebagian orang,” jelasnya. Ia menyarankan agar porsi cream cheese yang digunakan tidak terlalu dominan, cukup sekitar 20 hingga 30 gram saja agar tetap seimbang.

Baca Juga  Fenomena Ubi Cream Cheese Viral: Antara Tren Lezat dan Warning Pakar Gizi Soal Kalori

Munculnya tren ubi cream cheese ini setidaknya memberikan angin segar bahwa masyarakat mulai melirik bahan pangan lokal yang lebih sederhana dibandingkan fast food. Meski begitu, kesadaran akan komposisi bahan tambahan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga pola makan sehat di tengah gempuran tren kuliner kekinian.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid