Jangan Keliru! Ini Bedanya Influenza dan Pilek Biasa Menurut Pakar Imunologi
Senin, 04 Mei 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Seringkali kita menganggap remeh saat tubuh mulai terasa tidak nyaman, hidung tersumbat, atau tenggorokan gatal. Sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung menyamaratakan semua keluhan tersebut sebagai “flu”. Padahal, dalam kacamata medis, ada garis demarkasi yang sangat tegas antara influenza dan pilek biasa atau common cold. Meski sekilas tampak serupa, keduanya memiliki profil risiko yang sangat berbeda, bahkan influenza menyimpan potensi komplikasi yang mengancam nyawa.
Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi (PERALMUNI), Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI, menekankan bahwa kunci untuk mengenali perbedaannya terletak pada intensitas gejala yang dirasakan tubuh. Menurutnya, banyak orang yang salah mengidentifikasi infeksi saluran pernapasan ringan sebagai flu, padahal influenza jauh lebih agresif.
“Indikator utamanya adalah demam. Jika badan terasa sangat tidak enak hingga disertai demam tinggi, itu kemungkinan besar adalah flu. Namun, jika gejalanya hanya sebatas bersin dan batuk tanpa diikuti kenaikan suhu tubuh yang signifikan, biasanya itu hanyalah pilek biasa,” ujar Prof. Iris dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta.
Membedah Gejala: Mana yang Lebih Berbahaya?
Untuk memudahkan masyarakat dalam mendeteksi kondisi kesehatan tubuh, berikut adalah rangkuman perbedaan mendasar antara influenza dan pilek biasa berdasarkan penjelasan medis:
- Demam Tinggi vs Tanpa Demam: Pada kasus influenza, demam biasanya datang secara mendadak dengan suhu yang cukup tinggi selama 3 hingga 4 hari. Sebaliknya, penderita pilek biasa sangat jarang mengalami demam.
- Sakit Kepala Hebat: Pasien yang terserang virus influenza umumnya akan mengeluhkan sakit kepala yang berat. Sementara pada pilek biasa, keluhan ini hampir tidak pernah dirasakan.
- Nyeri Sendi dan Otot: Influenza seringkali diikuti dengan rasa pegal dan nyeri hebat di seluruh tubuh. Pada pilek biasa, rasa tidak nyaman ini biasanya hanya bersifat ringan.
- Rasa Letih yang Berkepanjangan: Kelelahan ekstrem adalah ciri khas influenza yang bisa bertahan bahkan hingga berminggu-minggu setelah virus hilang. Pada pilek biasa, rasa lemas cenderung ringan dan cepat pulih.
- Hidung Tersumbat dan Bersin: Menariknya, gejala bersin dan hidung meler justru lebih mendominasi pada kasus pilek biasa. Pada penderita influenza, gejala ini hanya muncul sesekali.
Komplikasi yang Tidak Boleh Diremehkan
Perbedaan yang paling krusial terletak pada risiko jangka panjang. Pilek biasa umumnya hanya memicu komplikasi ringan seperti infeksi telinga atau sinus. Namun, influenza adalah ancaman serius yang dapat memicu pneumonia (radang paru-paru), gagal ginjal, hingga kegagalan fungsi hati. Inilah mengapa diagnosa yang tepat sangat diperlukan agar penanganan tidak terlambat.
Vaksinasi: Perisai Utama di Negara Tropis
Ada anggapan keliru bahwa influenza hanya menjadi ancaman di negara-negara dengan empat musim. Faktanya, di Indonesia, virus ini bersirkulasi sepanjang tahun dengan lonjakan kasus di awal dan akhir tahun. Dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, memaparkan data yang cukup mengejutkan.
Berdasarkan riset yang dilakukan di Jakarta Timur, ditemukan bahwa dari setiap 10 orang yang berobat dengan gejala serupa flu, 3 di antaranya terkonfirmasi positif influenza. Hal ini menunjukkan betapa tingginya tingkat penularan di lingkungan kita.
Sebagai langkah preventif, dr. Sukamto sangat menyarankan pentingnya vaksinasi secara rutin. “Meskipun vaksin tidak menjamin seseorang bebas 100 persen dari flu, namun peran utamanya adalah mencegah gejala berkembang menjadi berat, meminimalisir risiko rawat inap, dan yang terpenting, menurunkan risiko kematian akibat komplikasi influenza,” pungkasnya.
Memahami perbedaan antara influenza dan pilek biasa bukan hanya soal menambah wawasan, melainkan langkah krusial dalam menjaga keselamatan diri dan keluarga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika gejala yang Anda alami terasa lebih berat dari biasanya.