Kematian Dokter Internship FK Unsri Jadi Sorotan, IKA FK Unsri Kawal Ketat Investigasi Kemenkes
Sabtu, 02 Mei 2026 08:35 WIB
Kabarmalam.com — Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran Tanah Air setelah seorang dokter muda yang tengah menjalani program internship dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya. Menanggapi tragedi tersebut, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) menyatakan komitmen penuh untuk mengawal proses investigasi yang tengah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Dokter muda tersebut dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang pada Jumat lalu. Sebelumnya, mendiang diketahui sempat bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, sebelum kondisinya menurun drastis.
Langkah Tegas Demi Transparansi
Ketua Umum IKA FK Unsri, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Koordinasi intensif dengan otoritas pusat telah dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian sejawat mereka diusut hingga tuntas. Menurut Junaidi, pelaporan ke pihak kementerian merupakan langkah organisatoris untuk menjamin transparansi informasi bagi keluarga dan rekan sejawat.
“Seluruh proses investigasi sudah kami serahkan dan laporkan ke pusat. Saat ini, kita semua sedang menunggu hasil resmi dari tim Kementerian Kesehatan. Kami ingin segalanya jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar Junaidi dalam pernyataan resminya.
Meski tanggung jawab program dokter internship berada langsung di bawah kendali Kemenkes, IKA FK Unsri berjanji akan terus memantau setiap perkembangan dari tahap awal hingga pengumuman hasil akhir nanti.
Antara Dugaan Medis dan Isu Perundungan
Hingga kini, penyebab medis dari wafatnya dokter muda tersebut masih menjadi teka-teki. Meski beredar informasi mengenai adanya gangguan pada saluran pernapasan atau infeksi paru-paru, Junaidi enggan berspekulasi lebih jauh karena bukan kapasitasnya untuk memberikan diagnosis medis.
“Mengenai penyebab klinis, tentu dokter yang merawat yang paling kompeten menjelaskan. Kabar yang kami terima memang ada indikasi infeksi paru, namun kepastiannya masih menunggu hasil resmi,” tambahnya.
Namun, yang menarik perhatian publik adalah munculnya desas-desus mengenai beban kerja yang berlebihan hingga isu perundungan (bullying) di lingkungan kerja. IKA FK Unsri memastikan akan mendalami setiap informasi tersebut sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap lingkungan kerja para dokter muda.
Respons Kemenkes: Sanksi Tegas Menanti
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Dr. Azhar Jaya, atau yang akrab disapa Pak Aco, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasien memang sempat dirawat, namun sayangnya kondisi kesehatan yang bersangkutan terus memburuk.
Terkait kabar miring mengenai jam kerja yang tidak manusiawi dan praktik bullying, Kemenkes menyatakan keterbukaan untuk melakukan pendalaman lebih jauh. Jika nantinya ditemukan bukti adanya pelanggaran prosedur atau tindakan disipliner, sanksi berat telah menanti.
“Jika isu perundungan itu terbukti benar, kami tidak segan untuk menutup program di lokasi tersebut. Sementara untuk sanksi personal, perkara ini akan dibawa ke Majelis Disiplin Profesi (MDP). Kami ingin memastikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh dokter muda tetap terjaga,” tegas Dr. Azhar Jaya.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi institusi kesehatan untuk terus melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan dan praktek lapangan bagi para calon dokter demi mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.