Viral Mata Ibu Memerah Pasca Melahirkan: Benarkah Karena Menutup Mata? Simak Penjelasan Pakar
Jumat, 01 Mei 2026 06:34 WIB
Kabarmalam.com — Momen persalinan seharusnya menjadi kebahagiaan yang tak ternilai bagi setiap orang tua. Namun, belakangan ini sebuah unggahan mengenai kondisi fisik seorang ibu asal Pontianak, Kalimantan Barat, mendadak menjadi sorotan publik. Dalam video yang beredar luas, tampak mata sang ibu memerah hebat usai melewati proses persalinan. Banyak warganet berspekulasi bahwa kondisi ini terjadi akibat kebiasaan menutup mata saat mengejan.
Mitos Menutup Mata Saat Melahirkan
Menanggapi fenomena yang menghebohkan jagat maya tersebut, pakar kesehatan ibu dan janin, dr. I Gusti Ayu Sri Darmayani, SpOG, memberikan klarifikasi mendalam. Menurutnya, mata merah atau perdarahan subkonjungtiva yang dialami ibu setelah bersalin sebenarnya bukan disebabkan secara langsung oleh tindakan menutup mata. Masalah utamanya justru terletak pada teknik mengejan yang kurang tepat.
“Secara medis, tidak ada risiko langsung yang membahayakan nyawa dari kondisi tersebut. Namun, hal itu sering kali menjadi indikator bahwa teknik mengedan yang digunakan belum optimal sehingga energi tidak terfokus ke arah jalan lahir,” ujar dr. Ayu dalam sebuah diskusi medis beberapa waktu lalu.
Salah Arah Tekanan: Mengapa Wajah Menjadi Korban?
dr. Ayu menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika seorang ibu menutup mata terlalu rapat, ada kecenderungan arah kekuatan mengejan menjadi tidak terkendali. Alih-alih mendorong ke bawah, tekanan justru berbalik ke area kepala. Kondisi inilah yang memicu pecahnya pembuluh darah kecil di sekitar wajah dan mata.
“Saat ibu menahan napas terlalu keras dan menutup mata dengan tegang, tekanan sering kali naik ke bagian atas tubuh. Akibatnya, wajah memerah, pembuluh darah menonjol, dan dalam beberapa kasus, muncul bercak merah di mata,” tambahnya.
Panduan Mengejan yang Aman dan Efektif
Lantas, bagaimana cara mengejan yang benar agar terhindar dari risiko serupa? dr. Ayu menekankan pentingnya menunggu instruksi dari tenaga medis, terutama ketika bukaan sudah lengkap dan kontraksi sudah berada pada puncaknya.
Berikut adalah langkah-langkah mengejan yang disarankan oleh dokter spesialis kandungan:
- Tarik napas dalam-dalam melalui hidung tepat saat kontraksi datang.
- Tahan napas selama kurang lebih 5 hingga 10 detik.
- Arahkan dorongan kuat ke otot panggul bawah, serupa dengan posisi saat buang air besar, bukan ke arah otot wajah atau tenggorokan.
- Angkat kepala hingga dagu menempel pada dada dengan posisi tubuh sedikit melengkung.
- Ulangi dorongan sebanyak 2-3 kali dalam satu gelombang kontraksi, kemudian istirahatlah di sela-selanya.
Pentingnya Fokus dan Ketenangan
Selain teknik fisik, dr. Ayu juga mengingatkan para ibu untuk tidak berteriak secara berlebihan. Berteriak panjang hanya akan menghabiskan tenaga yang seharusnya digunakan untuk mendorong bayi keluar. Fokus harus tetap terjaga pada perut bagian bawah dan area panggul untuk memaksimalkan tenaga.
Secara umum, terdapat dua pendekatan dalam mengedan yang dikenal dalam dunia medis. Pertama adalah dorongan spontan, di mana ibu mengikuti insting alami tubuhnya secara organik. Kedua adalah mengedan terstruktur yang mengikuti instruksi medis dengan pengaturan napas yang lebih disiplin. Apapun pilihannya, kunci utamanya adalah mengarahkan tekanan ke jalan lahir, bukan ke kepala.