Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi di Benhil: Dua PRT Nekat Loncat dari Lantai 4 demi Kabur, Satu Orang Tewas

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 23 Apr 2026 19:05 WIB
Tragedi di Benhil: Dua PRT Nekat Loncat dari Lantai 4 demi Kabur, Satu Orang Tewas

Kabarmalam.com — Sebuah peristiwa memilukan mengguncang kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, ketika dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan M mengambil keputusan ekstrem untuk terjun bebas dari lantai empat sebuah bangunan kos. Aksi nekat yang dipicu rasa putus asa ini berakhir tragis, merenggut nyawa salah satu korban.

Insiden maut tersebut terjadi pada Rabu (22/4) malam. Berdasarkan penyelidikan awal, kedua korban diduga sudah tidak sanggup lagi menahan tekanan selama bekerja di bawah naungan majikan mereka. Langkah terjun dari ketinggian tersebut diambil sebagai upaya terakhir untuk melarikan diri dari tempat yang mereka anggap tidak lagi memberikan ketenangan.

Dugaan Perlakuan Kasar Majikan Menjadi Pemicu Utama

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengungkapkan bahwa motif sementara di balik aksi nekat tersebut adalah ketidakbetahan yang mendalam. Berdasarkan keterangan dari saksi dan korban selamat, ada indikasi kuat bahwa temperamen sang majikan menjadi alasan utama mereka memilih jalur berbahaya untuk keluar.

Baca Juga  Arus Balik Mulai Membludak! Tol Kalikangkung Diserbu Kendaraan Menuju Jakarta

“Informasi sementara yang kami peroleh, mereka merasa tidak betah dan ingin melarikan diri. Akhirnya, keduanya memutuskan untuk meloncat bersama-sama dari lantai empat. Satu orang meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka patah tangan,” ujar Roby saat memberikan keterangan kepada media pada Kamis (23/4).

Istilah ‘Sadis’ dan Tekanan Psikologis

Meskipun penyelidikan masih berjalan untuk membuktikan adanya kekerasan fisik secara sistematis, AKBP Roby menyebutkan adanya laporan yang menggambarkan tabiat majikan korban sebagai sosok yang sangat keras atau galak. Istilah “sadis” bahkan sempat terlontar dari keterangan saksi untuk menggambarkan kondisi psikologis yang dialami kedua PRT tersebut selama bekerja.

Pihak kepolisian juga tengah mendalami rumor yang menyebutkan bahwa kedua korban sempat dikurung di dalam kamar kos sebelum kejadian naas itu terjadi. Namun, hingga saat ini polisi masih menunggu kondisi korban selamat stabil untuk memberikan keterangan lebih rinci.

Baca Juga  Menilik Sejarah dan Makna Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62: Transformasi Menuju Pelayanan yang Manusiawi

Langkah Hukum dan Penyelidikan Lanjut

Kasus ini kini berada dalam penanganan intensif tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak majikan untuk menggali fakta-fakta tersembunyi di balik tragedi ini.

“Pasti akan kami periksa majikannya. Saat ini kami masih fokus pada pengumpulan bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta memastikan perawatan bagi korban yang selamat di rumah sakit,” tambah Roby menutup pembicaraan.

Tragedi ini menjadi cermin kelam mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja domestik di lingkungan rumah tangga. Sementara itu, jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi, dan korban luka masih mendapatkan perawatan intensif.

Pesan Penting: Artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan melukai diri sendiri. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala depresi atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat untuk mendapatkan bantuan yang tepat.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul