Operasi SAR Ditutup: Jejak Mahasiswa Unika yang Hilang di Danau Toba Masih Menjadi Misteri
Sabtu, 18 Apr 2026 02:04 WIB
Kabarmalam.com — Perjuangan tim gabungan dalam misi kemanusiaan di perairan Danau Toba akhirnya menemui titik akhir yang memilukan. Setelah tujuh hari melakukan penyisiran intensif tanpa henti, operasi pencarian terhadap Christoper Rustam Muda Dua (21), mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan yang tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, resmi dihentikan pada Jumat (17/4/2026).
Keputusan berat untuk menyudahi pencarian ini diambil menyusul habisnya masa operasional sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairudin Sukriyatno, mengonfirmasi bahwa hingga hari terakhir penyisiran, sosok pemuda yang juga dikenal sebagai calon pastor tersebut belum berhasil ditemukan oleh petugas di lapangan.
Penutupan Operasi Berdasarkan Regulasi SOP
Langkah penghentian pencarian mahasiswa ini dilakukan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 Pasal 34 tentang Pencarian dan Pertolongan. Dalam aturan tersebut, operasi SAR dapat dihentikan apabila telah berlangsung selama tujuh hari tanpa membuahkan hasil atau tanda-tanda keberadaan korban.
“Hari ini merupakan hari ketujuh, dan sesuai prosedur, pencarian resmi dihentikan oleh petugas gabungan karena korban belum juga ditemukan,” ujar Ipda Khairudin saat memberikan keterangan resmi terkait perkembangan musibah tersebut.
Upaya Maksimal dari Dasar Air hingga Udara
Selama sepekan terakhir, Tim SAR gabungan telah mengerahkan seluruh sumber daya dan teknologi untuk melacak keberadaan Christoper. Medan yang menantang tidak menyurutkan nyali para penyelam yang terjun hingga kedalaman 50 meter di bawah permukaan danau. Tak hanya mengandalkan kekuatan fisik, teknologi drone juga diterjunkan untuk melakukan pemantauan udara secara mendetail.
Penyisiran lewat udara dilakukan dengan radius mencapai 1,4 kilometer di sekitar Air Terjun Situmurun, mencakup area 900 meter ke arah Desa Hutanamora dan 500 meter menuju Desa Jonggi Nihuta. Namun, meski seluruh sudut telah dipantau, tidak ada tanda-tanda korban muncul ke permukaan atau petunjuk visual lainnya yang ditemukan oleh tim pemantau.
Kronologi Tragedi di Tengah Wisata Religi
Peristiwa yang menggetarkan hati ini bermula saat rombongan mahasiswa Unika Medan melakukan perjalanan rekreasi ke Danau Toba pada Sabtu (11/4). Sebanyak 60 mahasiswa didampingi oleh Romo RD Ngadiono berangkat menggunakan kapal penumpang KM Sibole-Bole 01 dari Silimalombu, Samosir, tak lama setelah mereka merampungkan agenda rekoleksi frater.
Niat hati ingin melepas penat dengan berenang di keindahan Air Terjun Situmurun, suasana ceria seketika berubah menjadi kepanikan massal. Hanya berselang 20 menit setelah mereka mulai berenang, Christoper tiba-tiba hilang dari pandangan teman-temannya. Hingga kini, hilangnya calon pastor tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sejawatnya, sembari berharap ada keajaiban di masa depan.