Mendes Yandri Dorong Potensi Buah Naga Desa Lenyek Jadi Motor Ekonomi Baru
Senin, 13 Apr 2026 13:55 WIB
Kabarmalam.com — Komitmen dalam memperkuat kemandirian ekonomi dari pinggiran terus ditunjukkan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Banggai, Yandri secara khusus menyambangi Desa Lenyek di Kecamatan Luwuk Utara, sebuah wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan desa tematik unggulan di Indonesia.
Transformasi Desa Lenyek Melalui Buah Naga
Kehadiran Yandri di tengah masyarakat Desa Lenyek bukan tanpa alasan. Ia mengaku terpikat dengan inisiatif pemerintah desa setempat yang menetapkan buah naga sebagai komoditas utama. Menurutnya, fokus pada satu produk unggulan adalah langkah taktis untuk mempercepat akselerasi pembangunan desa yang berkelanjutan dan terukur.
“Kedatangan saya ke Desa Lenyek adalah bentuk apresiasi atas penetapan buah naga sebagai komoditas unggulan. Selain pertanian, potensi wisata di sini juga sangat luar biasa. Ini harus kita kawal bersama agar menjadi sumber pendapatan desa yang konkret,” ujar Yandri dalam keterangannya yang diterima redaksi.
Suntikan Dana dan Penguatan BUM Desa
Guna memastikan visi tersebut berjalan mulus, Kemendes PDT telah menyiapkan berbagai skema bantuan yang menyasar penguatan infrastruktur ekonomi desa. Yandri menegaskan bahwa dukungan kementerian akan dialokasikan untuk pengembangan BUM Desa, penguatan desa wisata, hingga pembukaan akses pasar melalui program desa ekspor.
“Insya Allah, Kementerian Desa akan segera mengucurkan bantuan untuk Desa Lenyek. Kita memiliki program desa wisata, desa ekspor, hingga pasar desa. Saya akan berdiskusi lebih lanjut dengan Pak Bupati untuk memetakan mana yang menjadi prioritas utama agar dampaknya langsung dirasakan warga,” tambahnya dengan nada optimis.
Respon Cepat Terhadap Keluhan Infrastruktur dan Pendidikan
Kunjungan ini juga menjadi ajang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah mereka. Sejumlah persoalan krusial muncul ke permukaan, mulai dari akses jalan yang masih terbatas, minimnya ruang kelas di sekolah dasar, hingga aspirasi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menjangkau wilayah tersebut.
Menanggapi laporan bahwa siswa SD Lenyek harus belajar di luar ruangan karena kekurangan ruang kelas, Yandri berjanji akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Saya akan sampaikan langsung kepada Pak Abdul Mu’ti. Kita ingin anak-anak di Lenyek belajar dengan layak agar bisa menjadi generasi hebat di masa depan,” tegasnya.
Terkait program gizi, Yandri juga akan menjalin komunikasi intensif dengan Badan Gizi Nasional untuk memastikan distribusi program MBG segera sampai ke pelosok Luwuk Utara. Ia berencana menggandeng pemerintah kabupaten untuk menyiapkan infrastruktur pendukung seperti dapur umum sekolah.
Kunjungan penuh makna ini turut dihadiri oleh Bupati Banggai Amirudin, jajaran Forkopimda Kabupaten Banggai, serta Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik. Dengan sinergi lintas sektoral ini, ekonomi desa diharapkan tidak lagi hanya sekadar bertahan, melainkan mampu melompat menuju kemandirian yang hakiki.