Ancaman Krisis Global, Cak Imin Soroti Lonjakan Penduduk Rentan Miskin dan Targetkan Kemiskinan Nol Persen
Kamis, 09 Apr 2026 21:08 WIB
Kabarmalam.com — Dinamika ekonomi dunia yang kian tak menentu mulai memberikan dampak nyata terhadap struktur sosial di tanah air. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, mengungkapkan kekhawatirannya atas meningkatnya jumlah penduduk yang masuk dalam kategori rentan miskin. Fenomena ini, menurutnya, merupakan imbas langsung dari badai krisis ekonomi global yang tengah melanda berbagai belahan dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Cak Imin ini saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kesepakatan antara Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) dan Kemenko PM di Sentul, Bogor, pada Kamis (9/4/2026). Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa menjaga kesejahteraan rakyat merupakan amanat konstitusi yang tidak bisa ditawar, terutama di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi saat ini.
Kerentanan Kelas Menengah dan Tantangan Global
Cak Imin menjelaskan bahwa kelompok masyarakat rentan terus membengkak seiring dengan munculnya berbagai tantangan baru. Tidak hanya mereka yang berada di garis kemiskinan bawah, namun kelompok kelas menengah pun kini mulai merasakan guncangan yang cukup hebat.
“Jumlah kelompok rentan masih sangat besar dan menunjukkan tren peningkatan. Hal ini dipicu oleh faktor-faktor kompleks, mulai dari krisis ekonomi global hingga berbagai tantangan domestik yang sedang kita hadapi bersama,” ujar Cak Imin di hadapan para alumni Universitas Terbuka.
Pemerintah, lanjutnya, tengah berupaya keras agar masyarakat kelas menengah tidak terperosok lebih dalam atau ‘turun kelas’. Kerentanan ini diakui bukan sekadar akibat faktor eksternal, melainkan juga dampak dari pilihan kebijakan pembangunan selama beberapa dekade terakhir yang perlu dievaluasi kembali.
Visi Transformasi dan Semangat Berdikari
Menanggapi situasi tersebut, Cak Imin menekankan pentingnya strategi transformasi yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Transformasi ini dimaknai sebagai proses perubahan berkelanjutan untuk memperbaiki kegagalan di masa lalu dan memperkuat fondasi bangsa.
“Kabinet Merah Putih mengusung tema pemberdayaan sebagai bukti kesungguhan kita untuk tumbuh mandiri. Kita adalah bangsa yang kaya dan memiliki segala syarat untuk berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya. Fokus utama pemerintah saat ini adalah membenahi sektor-sektor krusial yang sempat mengalami salah kelola, seperti pangan, energi, dan sumber daya alam.
Meskipun dibayangi ancaman krisis, Cak Imin membawa kabar optimistis mengenai ketahanan pangan nasional. Ia mengklaim bahwa saat ini stok pangan Indonesia berada pada level tertinggi sepanjang sejarah perjalanan bangsa. Hal ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran mampu membuahkan hasil dalam waktu singkat.
Target Ambisius: Nol Persen Kemiskinan Ekstrem
Di akhir pemaparannya, Menko PM mematok target besar dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pemerintah optimistis dapat menghapus angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai 0% pada tahun ini, menyasar hampir 3 juta jiwa yang masih tercatat dalam data.
Adapun rincian target jangka panjang pemerintah meliputi:
- Penghapusan kemiskinan ekstrem hingga 0% di tahun 2026.
- Menekan angka kemiskinan relatif agar tidak lebih dari 5% pada tahun 2029.
- Memperbaiki pola penanggulangan kemiskinan melalui strategi yang lebih terintegrasi dan kolaboratif.
Cak Imin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk jaringan alumni universitas, untuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi yang produktif. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci utama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera di masa depan.