Gara-gara Jaket Dicuci, Ojol dan Jukir Liar di Pamulang Cekcok Panas Hingga Berakhir di Kantor Polisi
Senin, 13 Apr 2026 18:38 WIB
Kabarmalam.com — Ketegangan pecah di kawasan Pamulang Barat, Tangerang Selatan, setelah sebuah video yang memperlihatkan adu mulut hebat antara pengemudi ojek online (ojol) dan juru parkir liar mendadak viral di jagat maya.
Insiden yang terjadi pada Minggu malam (12/4) ini memicu perhatian publik setelah terekam kamera warga dan tersebar luas pada Senin (13/4). Dalam potongan video tersebut, tampak kedua pria terlibat perselisihan sengit yang hampir berujung pada kontak fisik. Pemicunya ternyata bermula dari masalah atribut pekerjaan yang tidak dikenakan oleh sang driver.
Duduk Perkara: Jaket yang Sedang Dicuci
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan ini bermula saat sang pengemudi ojol berinisial F sedang menjalankan tugasnya untuk mengambil pesanan makanan di sebuah restoran. Namun, pada saat itu F tidak mengenakan jaket identitas ojol miliknya. Ia berdalih bahwa atribut wajibnya tersebut sedang dalam proses pencucian.
Ketiadaan atribut tersebut membuat seorang juru parkir liar di lokasi, berinisial FR, mengalami salah paham. FR mengira F adalah pelanggan biasa dan secara tiba-tiba menarik bagian belakang sepeda motor F saat sang driver hendak memarkirkan kendaraannya. Tindakan spontan tersebut lantas memicu emosi F yang merasa tidak terima motornya diperlakukan secara kasar.
“Pengemudi ojol sempat mengklaim bahwa kendaraannya dipukul. Hal inilah yang membuat tensi di lokasi kejadian meningkat drastis hingga terjadi aksi adu mulut yang memancing perhatian warga sekitar,” tulis laporan kronologis kejadian tersebut.
Langkah Cepat Kepolisian Melakukan Mediasi
Merespons kegaduhan yang sempat meresahkan warga di Tangerang Selatan tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Pamulang segera turun tangan ke lapangan. Kapolsek Pamulang, AKP Galuh Febri Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memanggil kedua belah pihak untuk memberikan klarifikasi dan meredam suasana.
“Kami dari Polsek Pamulang telah menerima laporan mengenai kesalahpahaman yang terjadi di kawasan Pamulang Barat. Kami langsung bergerak melakukan penyelidikan, meminta keterangan dari saksi-saksi, serta mendatangi tempat kejadian perkara (TKP),” ujar AKP Galuh saat memberikan keterangan resmi.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, terungkap bahwa insiden ini murni dipicu oleh kesalahpahaman persepsi. FR mengaku benar-benar tidak menyadari bahwa pria yang dihampirinya adalah seorang driver ojol yang sedang bekerja karena tampilannya yang menyerupai warga sipil biasa tanpa seragam resmi.
Sepakat Damai dan Saling Memaafkan
Guna mencegah konflik yang lebih luas dan menghindari aksi solidaritas berlebihan di jalanan, pihak kepolisian memfasilitasi proses mediasi bagi F dan FR di kantor polisi. Di hadapan petugas, keduanya akhirnya menyadari kekhilafan masing-masing dan memilih jalan kekeluargaan sebagai solusi akhir.
“Keduanya telah bertemu dan sepakat untuk berdamai. Mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum dan telah menandatangani kesepakatan damai,” pungkas AKP Galuh.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para mitra transportasi online mengenai pentingnya menggunakan atribut sebagai identitas resmi saat bertugas, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun untuk tetap menjaga kepala dingin dan mengedepankan etika dalam berkomunikasi di ruang publik.