Trump Pamer Taji di Hari Kemerdekaan: Sebut Militer AS Berhasil Taklukkan Venezuela dan Iran
Minggu, 05 Jul 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Gemuruh perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli kali ini diwarnai dengan retorika tajam dari sang Presiden, Donald Trump. Dalam sebuah orasi yang penuh semangat di hadapan publik National Mall, Washington DC, Trump tidak segan-segan memamerkan taring kekuatan militer negaranya yang diklaim telah melumpuhkan sejumlah kekuatan asing.
Dominasi Militer di Kancah Global
Dalam acara bertajuk ‘Salute to America 250’ yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat, Trump menegaskan posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan yang dominan. Ia secara spesifik menyebutkan bahwa negara-negara seperti Venezuela dan Iran telah merasakan langsung kedigdayaan militer Paman Sam.
“Coba lihat Venezuela, lihat juga Iran. Kita telah menghancurkan mereka, melumpuhkan kekuatan militer mereka hingga tak berdaya,” ujar Donald Trump dengan nada penuh keyakinan di hadapan massa yang memadati jantung ibu kota tersebut.
Nostalgia Kejayaan dan Pembangunan Kekaisaran
Tak hanya bicara soal konflik luar negeri, Trump juga membawa ingatan warga Amerika kembali ke masa-masa pembangunan besar-besaran. Ia menggambarkan bangsa Amerika sebagai sosok petualang tangguh yang berhasil menjinakkan alam liar, mulai dari melintasi Dataran Besar hingga menaklukkan puncak Pegunungan Rocky yang menantang.
Menurutnya, keberanian inilah yang mendasari berdirinya sebuah fondasi negara modern melalui pembangunan rel kereta api yang membentang luas, gedung-gedung pencakar langit yang membelah cakrawala, hingga penggalian Terusan Panama—sebuah mahakarya yang ia sebut sebagai keajaiban dunia kedelapan.
Militer Terkuat dalam Catatan Sejarah
Trump menekankan bahwa warisan industri yang tangguh telah menjadi fondasi utama bagi kekuatan pertahanan nasional saat ini. Ia mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, militer Amerika Serikat telah mencapai level kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.
“Ini adalah manifestasi dari semangat yang tak terpadamkan, semangat yang melahirkan industri terhebat di dunia dan membangun kekuatan militer paling perkasa yang pernah ada. Dan hari ini, militer kita berdiri lebih kuat serta lebih berwibawa dari masa-masa sebelumnya,” pungkasnya dalam pidato tersebut.