Update Kebakaran TPA Jatiwaringin: BNPB Gandakan Kekuatan Heli Water Bombing untuk Padamkan Titik Api
Minggu, 05 Jul 2026 15:03 WIB
Kabarmalam.com — Perjuangan melawan si jago merah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, kini memasuki babak baru yang lebih intensif. Meski api telah berkobar selama beberapa hari terakhir, upaya pemadaman mulai menunjukkan secercah harapan dengan terkendalinya sekitar 40 persen area yang terbakar.
Penguatan Armada Udara untuk Menjinakkan Api
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa tim di lapangan kini sedang fokus melakukan proses pendinginan di wilayah yang sudah berhasil dijinakkan. Namun, pekerjaan rumah masih sangat besar karena 60 persen area lainnya masih berada dalam pantauan ketat dan memerlukan penanganan ekstra.
“Saat ini 40% dari daerah terbakar sudah padam dan dilakukan pendinginan. Upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih terus dilakukan untuk sisa area yang belum sepenuhnya padam, meskipun secara umum sudah bisa dikendalikan,” jelas Abdul Muhari dalam keterangannya pada Minggu (5/7/2026).
Guna mempercepat proses ini, otoritas terkait memutuskan untuk melipatgandakan kekuatan udara. Jika sebelumnya hanya ada dua helikopter yang beroperasi, mulai besok total empat unit heli water bombing akan dikerahkan untuk mengguyur titik-titik api dari langit secara simultan.
Tantangan Cuaca dan Kondisi Lapangan yang Dinamis
Sayangnya, langkah modifikasi cuaca yang sempat direncanakan harus tertunda oleh faktor alam. Kurangnya awan potensial di atas wilayah Kabupaten Tangerang membuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa dieksekusi dalam sepekan ke depan. Kendati demikian, satu unit pesawat OMC tetap disiagakan penuh, siap lepas landas kapan saja jika awan hujan mulai berkumpul.
Situasi di TPA Jatiwaringin sendiri memang cukup memprihatinkan. Sejak api pertama kali terdeteksi pada Selasa (30/6) lalu, luas lahan yang hangus telah mencapai 15 hektare dari total luas lahan 33 hektare. Eskalasi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat mobilisasi bantuan dan sumber daya.
Dampak Sosial dan Atensi Pemerintah Pusat
Kebakaran hebat ini bukan sekadar isu lingkungan, melainkan telah menyentuh sisi kemanusiaan. Tercatat sebanyak 232 warga sekitar terpaksa mengungsi demi menghindari paparan asap beracun. Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, saat meninjau lokasi menekankan betapa bahayanya dampak kesehatan dari kebakaran sampah dibandingkan kebakaran lahan biasa.
Dalam peninjauan tersebut, Deputi Gakkum KLH, Rizal Irawan, turut memaparkan data bahwa api telah menyebar hampir ke separuh total luas TPA. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan pernapasan di tengah kepulan asap yang masih menyelimuti kawasan sekitar.