Dikhianati Sahabat Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Kronologi Dugaan Penipuan Investasi Senilai Rp 10 Miliar
Jumat, 26 Jun 2026 06:33 WIB
Kabarmalam.com — Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan tanah air. Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, tengah menghadapi cobaan berat setelah mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh sosok yang selama ini ia anggap sebagai teman dekat. Tak tanggung-tanggung, total kerugian dari rangkaian aksi ini ditaksir mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp 10 miliar.
Perempuan bernama Poppy Nupita kini menjadi sorotan setelah Tantri memberanikan diri berbicara ke publik mengenai kerugian yang dialaminya bersama beberapa korban lainnya. Tantri mengungkapkan bahwa rasa kecewa yang ia rasakan jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan materi, mengingat pelaku adalah orang yang sudah lama ia kenal.
Bermula dari Lingkaran Pertemanan Sekolah
Bagi Tantri, kepercayaan bukanlah hal yang mudah diberikan. Namun, hubungannya dengan terduga pelaku telah terjalin cukup lama, tepatnya sejak anak-anak mereka masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Sebagai sesama orang tua murid, intensitas pertemuan yang tinggi membuat Tantri luluh ketika diajak untuk bekerja sama dalam sebuah proyek investasi.
“Dia teman baik saya. Kami sudah kenal dari zaman anak saya masih TK, jadi dia salah satu orang tua muridlah. Tiba-tiba muncullah ajakan investasi itu. Jadi yang bikin saya kecewa ya dia teman, itu saja,” tutur Tantri saat menceritakan awal mula keterlibatannya dalam bisnis tersebut.
Modus Operandi dan Kerugian Kolektif
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Tantri Kotak pertama kali mendapatkan tawaran kerja sama pada tahun 2025. Bisnis yang ditawarkan berkaitan dengan skema pembelian produk tertentu. Meski awalnya sempat ragu karena khawatir urusan profesional dapat merusak tali silaturahmi, ia akhirnya setuju untuk bergabung karena rasa percaya yang mendalam.
Selama satu tahun pertama, roda bisnis tampak berjalan normal tanpa ada kendala berarti. Namun, badai mulai datang pada pertengahan tahun 2026. “Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosial pelaku tidak lagi dapat dihubungi,” tulis Tantri dalam curahan hatinya di media sosial.
Setelah melakukan komunikasi dengan beberapa rekan lainnya, barulah diketahui bahwa Tantri bukanlah satu-satunya korban. Muncul dugaan kuat bahwa skema ini telah menjerat banyak orang dengan akumulasi kerugian yang terus membengkak hingga menyentuh angka Rp 10 miliar.
Menanti Itikad Baik Sebelum Jalur Hukum
Hingga saat ini, Tantri bersama sang suami, Arda Hatna, masih berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Meskipun bukti-bukti telah dikumpulkan, Tantri mengaku masih memberikan ruang bagi pelaku untuk muncul dan memberikan penjelasan. Ia bahkan telah mencoba mendatangi rumah keluarga hingga orang tua terduga pelaku, namun hasilnya tetap nihil.
“Saya masih mencari cara bagaimana caranya tanpa harus berhubungan dengan hukum dan kepolisian. Aku masih nunggu itikad baiknya karena dasarnya pertemanan, aku juga maunya semua baik-baik saja,” ungkapnya dengan nada penuh harap.
Kasus yang menimpa sang vokalis ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai modus investasi bodong, bahkan jika penawaran tersebut datang dari lingkaran pertemanan terdekat sekalipun. Kini, publik menunggu apakah ada titik terang dari hilangnya sosok Poppy Nupita ataukah kasus ini akan berakhir di meja hijau.