Misi Damai Sarwendah: Ajak Ruben Onsu Bertemu 11 Juli Demi Masa Depan Buah Hati
Kamis, 25 Jun 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Upaya untuk meredam bara konflik pascaperceraian kini tengah diupayakan secara serius oleh pihak Sarwendah. Dalam langkah terbaru yang penuh itikad baik, mantan personel Cherrybelle tersebut secara resmi telah melayangkan undangan kepada Ruben Onsu untuk duduk bersama dalam sebuah pertemuan tatap muka. Inisiatif ini diambil sebagai jalan tengah guna mengakhiri ketegangan terkait sengketa pengasuhan dan hak anak yang belakangan ini terus menyita perhatian publik.
Menanti Titik Temu pada 11 Juli
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membeberkan bahwa agenda pertemuan krusial tersebut telah dijadwalkan bakal bergulir pada 11 Juli mendatang. Tak sekadar pertemuan antar-kuasa hukum, Sarwendah sangat berharap agar Ruben Onsu hadir secara pribadi sebagai sosok ayah bagi putri-putri mereka. Harapannya, dialog ini bisa menjadi ruang terbuka bagi keduanya sebagai orang tua kandung dari Thalia dan Thania untuk bicara dari hati ke hati.
“Pertemuan sudah kami undang. Terkait apakah mereka akan hadir atau tidak, itu kami kembalikan kepada pihak sana. Namun, jika mereka berhalangan hadir, tentu akan sangat kami sayangkan. Kami tetap menaruh harapan besar agar mereka bisa hadir langsung dalam forum tersebut,” ungkap Chris Sam Siwu saat ditemui awak media di Gedung KPAI, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Mengutamakan Ketenangan Anak di Tengah Badai Konflik Perceraian
Chris Sam Siwu menegaskan bahwa undangan ini memiliki urgensi yang sangat tinggi untuk memutus rantai perselisihan yang berkepanjangan. Pihak Sarwendah menginginkan adanya kesepakatan tertulis maupun lisan yang lahir dari diskusi kekeluargaan, mencakup poin-poin sensitif seperti tata cara pengasuhan, akses pertemuan yang adil, hingga urusan nafkah anak.
“Fokus kami bukan lagi soal perdebatan antar-pengacara, tapi pertemuan klien dengan klien. Kami ingin ada titik temu yang nyata agar tidak ada lagi ribut-ribut yang tak perlu,” tambah Chris menjelaskan visi dari pertemuan tersebut.
Mengesampingkan Ego Demi Buah Hati
Langkah progresif ini didasari oleh kekhawatiran mendalam terhadap kondisi psikis Thalia dan Thania. Kabar miring yang terus berseliweran di media massa dikhawatirkan akan membekas dan mengganggu kenyamanan mental sang buah hati. Pihak Sarwendah berkeyakinan bahwa anak-anak adalah korban yang paling dirugikan dalam situasi hak asuh anak yang memanas ini.
“Dalam situasi seperti ini, yang menjadi korban sesungguhnya bukanlah para orang tua, melainkan anak-anak. Itulah yang ingin kami selamatkan. Ego masing-masing harus ditekan demi kepentingan terbaik bagi mereka,” tegas Chris Sam Siwu dengan nada serius.
Kini, publik menanti apakah pertemuan 11 Juli tersebut akan membuahkan hasil manis bagi masa depan Thalia dan Thania. Saat ini, pihak Sarwendah masih berada dalam posisi menunggu konfirmasi resmi dari kubu Ruben Onsu terkait kehadiran mereka dalam ajakan rekonsiliasi demi kesejahteraan keluarga tersebut.