Fenomena 33 Ribu Pelamar: Misi Kemanusiaan Aldi Taher Lewat Bisnis Ayam Goreng di Senopati
Jumat, 26 Jun 2026 07:33 WIB
Kabarmalam.com — Sosok Aldi Taher kembali mencuri perhatian publik, namun kali ini bukan karena aksi panggungnya yang kontroversial, melainkan lewat gebrakan di dunia bisnis kuliner. Siapa sangka, langkahnya membuka gerai ‘Ayam Goreng Basah Aldi Taher’ di kawasan elit Senopati, Jakarta Selatan, memicu gelombang antusiasme yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, tercatat sekitar 33.000 orang mengirimkan lamaran untuk bergabung dalam usaha rintisannya tersebut.
Angka yang fantastis ini pun membuat sang selebritas tertegun. Bagi Aldi, fenomena ini bukan sekadar statistik bisnis, melainkan cerminan nyata dari tingginya harapan masyarakat akan lowongan kerja di tengah situasi ekonomi yang menantang. Hingga saat ini, gerai perdananya tersebut telah berhasil menyerap sebanyak 52 tenaga kerja dari berbagai latar belakang.
Misi dari Seorang Penyintas Kanker
Dibalik ambisinya mengembangkan sayap di sektor UMKM, terselip sebuah narasi personal yang menyentuh. Sebagai seorang penyintas kanker, Aldi mengaku memiliki pandangan hidup yang berbeda dalam memandang kebermanfaatan diri. Baginya, setiap detik kesehatan yang ia nikmati saat ini adalah kesempatan untuk membantu sesama.
“Alhamdulillah, bismillah kita doakan mereka yang belum berjaya juga segera mendapatkan pekerjaan. Saya ini penyintas kanker, setelah sembuh saya berjanji kepada keluarga untuk terus berusaha memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkap Aldi saat ditemui tim redaksi di kawasan Senopati.
Ia menekankan bahwa membangun ekonomi kerakyatan melalui unit usaha kecil jauh lebih berarti daripada sekadar mengeluhkan keadaan. Semangat inilah yang ia tularkan kepada keluarganya, termasuk sang adik, Kurniadi Taher, yang dipercaya untuk mengelola operasional harian bisnis ayam goreng tersebut.
Sinergi Keluarga dan Harapan Masa Depan
Bisnis yang berlokasi di pusat gaya hidup Jakarta Selatan ini memang dikelola dengan sentuhan kekeluargaan yang kental. Aldi menyebutkan bahwa inspirasi bisnisnya sering kali datang dari hal-hal sederhana di sekitar, termasuk dukungan dari anak-anaknya yang ia sebut sebagai ‘bos’ sekaligus pemberi ide kreatif.
Meski tidak secara spesifik menghitung jumlah investasi atau urutan bisnisnya yang keberapa, Aldi mengaku fokus utamanya adalah keberlanjutan. Ia berharap gerai di Senopati ini hanyalah awal dari cabang-cabang berikutnya yang akan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
“Intinya, apa yang bisa kita lakukan, ya lakukan saja dengan cinta. Ini berkat doa dan dukungan banyak pihak. Semoga menjadi berkah bagi semuanya, terutama di momentum semangat kepemudaan seperti sekarang,” tutupnya dengan nada optimis.