Bursa Calon Dirjen WHO: Menkes Budi Gunadi Sadikin Jadi Kandidat Kuat, Begini Responsnya
Senin, 22 Jun 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Nama Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, kini tengah menjadi perbincangan hangat di panggung kesehatan global. Sosok yang dikenal dengan pendekatan teknokratisnya ini santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat kuat untuk memimpin Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Menanggapi isu besar tersebut, Budi justru memperlihatkan reaksi yang tak terduga dan jauh dari kesan ambisius.
Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai peluangnya menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, Budi meresponsnya dengan tawa ringan. “Iya?” cetusnya singkat sembari berkelakar bahwa dirinya lebih memilih bergabung dengan ikatan wartawan saja daripada memikirkan kursi panas di Jenewa tersebut. Sikap santai ini seolah menjadi ciri khasnya dalam menghadapi isu-isu strategis yang menyangkut profil pribadinya.
Sorotan Media Internasional dan Dukungan Global
Kabar mengenai masuknya nama Budi dalam bursa calon Dirjen WHO bukanlah tanpa alasan. Media internasional ternama seperti Devex melaporkan bahwa reputasi Budi melesat pasca keberhasilannya menakhodai reformasi kesehatan di Indonesia. Dalam sebuah wawancara di sela-sela World Health Assembly ke-79 di Jenewa, Budi mengakui bahwa wacana ini telah sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto.
Budi menegaskan bahwa mekanisme pencalonan pemimpin tertinggi WHO bukanlah ambisi personal, melainkan sebuah mandat kenegaraan. “Saya akan memberikan konfirmasi lebih lanjut setelah negara mengirimkan surat resmi. Menjadi Direktur Jenderal WHO bukan pengajuan individu, melainkan harus diajukan secara resmi oleh negara,” ungkapnya. Langkah diplomasi ini menunjukkan kepatuhan Budi pada etika birokrasi dan kedaulatan negara.
Rekam Jejak Banker yang Menjanjikan
Dukungan terhadap Budi tidak muncul begitu saja. Laporan dari Health Policy Watch menyoroti latar belakang Budi sebagai mantan bankir senior sebagai nilai tambah yang krusial. WHO saat ini dinilai membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan manajemen keuangan yang mumpuni serta visi efisiensi organisasi yang tajam. Keberhasilan Indonesia dalam melakukan digitalisasi layanan kesehatan serta penguatan sistem kesehatan pascapandemi COVID-19 menjadi portofolio yang sulit diabaikan oleh komunitas internasional.
Presiden Prabowo Subianto sendiri dikabarkan memberikan respons positif dan merasa bangga jika putra terbaik bangsa dapat mengambil peran kepemimpinan di tingkat dunia. Jika pencalonan ini terealisasi dan membuahkan hasil, Budi Gunadi Sadikin akan mencatatkan sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang memimpin badan khusus utama di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam menentukan arah kebijakan kesehatan dunia di masa depan.