Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bukan Sekadar Malas, Ternyata Tidur Siang Adalah Kunci Jantung Sehat dan Umur Panjang

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 22 Jun 2026 19:34 WIB
Bukan Sekadar Malas, Ternyata Tidur Siang Adalah Kunci Jantung Sehat dan Umur Panjang

Kabarmalam.com — Sering kali kita merasa bersalah saat kelopak mata terasa berat di tengah hari. Anggapan bahwa tidur siang adalah tanda kemalasan atau rendahnya produktivitas nampaknya perlu segera dikoreksi secara total. Di balik stigma negatif tersebut, dunia medis justru menemukan fakta mencengangkan: tidur siang adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi kesehatan jantung manusia.

Sains di Balik Kekuatan Tidur Siang

Penelitian lintas dekade telah mengonfirmasi bahwa aktivitas memejamkan mata sejenak ini bukan sekadar pelepas lelah. Jejak riset ini dimulai pada tahun 1988 di Yunani, di mana para ahli menemukan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan tidur siang menunjukkan risiko penyakit jantung koroner yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang terus bekerja tanpa henti.

Bukti ini semakin diperkuat oleh studi kolaboratif pada tahun 2007 antara peneliti Yunani dan Harvard School of Public Health. Melibatkan lebih dari 23.000 partisipan, riset tersebut mengungkap bahwa individu yang rutin tidur siang memiliki risiko kematian akibat serangan jantung 37 persen lebih rendah. Angka ini sangat signifikan, bahkan disandingkan dengan manfaat dari penurunan kolesterol maupun gaya hidup sehat lainnya seperti olahraga rutin.

Baca Juga  Gen Z Malaysia Terjebak Fenomena 'Sakit Sebelum Tua', Ancaman Krisis Kesehatan Nyata di Depan Mata

Frekuensi dan Durasi: Menemukan Titik Keseimbangan

Meskipun bermanfaat, bukan berarti kita harus tidur siang setiap saat. Sebuah analisis yang diterbitkan dalam jurnal Heart pada tahun 2019 memberikan perspektif baru mengenai frekuensi. Menariknya, orang yang tidur siang satu hingga dua kali dalam sepekan memiliki penurunan risiko penyakit kardiovaskular, seperti gagal jantung, hingga mencapai 48 persen.

Lalu, berapa lama durasi yang ideal? Dr. Raj Dasgupta, seorang spesialis paru dan ahli tidur terkemuka, menyarankan jendela waktu emas antara pukul 12.00 hingga 14.00. Durasi yang direkomendasikan adalah 15 hingga 20 menit saja. Tidur yang terlalu lama, melebihi 30 menit, justru berisiko memicu inersia tidur—kondisi di mana seseorang terbangun dengan perasaan linglung, grogi, dan mengalami gangguan kognitif sesaat.

Baca Juga  Jangan Cuma Viral di Medsos, BPOM Ajak Masyarakat Proaktif Lapor Efek Samping Obat via e-MESO

Manfaat Multi-Dimensi untuk Tubuh dan Pikiran

Selain menjadi benteng bagi kesehatan jantung, tidur siang menawarkan berbagai keuntungan lain yang sering kali tidak kita sadari:

  • Mempertajam Daya Ingat: Tidur siang berperan krusial dalam konsolidasi memori, membantu otak menyimpan informasi dan keterampilan motorik secara lebih efektif.
  • Memperbaiki Suasana Hati: Berbaring sejenak memberikan efek relaksasi yang mampu meredam emosi negatif dan memperbaiki kondisi psikologis.
  • Meningkatkan Kewaspadaan: Mengantuk setelah makan siang adalah hal yang wajar. Tidur siang singkat adalah cara tercepat untuk mengembalikan fokus tanpa bergantung pada kafein.
  • Peredam Stres: Istirahat sejenak di tengah tekanan pekerjaan dapat menurunkan kadar hormon stres dan sekaligus memperkuat mekanisme pertahanan tubuh atau sistem imun.
Baca Juga  Waspada Sarang Bakteri di Kamar Mandi: Inilah Panduan Lengkap Kapan Harus Mencuci dan Mengganti Handuk Anda

Kualitas Tidur Sebagai Fondasi Utama

Dr. dr. Amin Tjubandi, SpBTKV, spesialis bedah toraks dan kardiovaskular dari Brawijaya Hospital Saharjo, menekankan bahwa inti dari manfaat ini terletak pada kualitas. Tidur yang berkualitas, baik di malam hari maupun tidur siang yang singkat, secara langsung menurunkan beban kerja organ-organ vital.

“Kualitas tidur yang baik berhubungan erat dengan tingkat stres yang lebih rendah. Jika kita bisa mengelola waktu istirahat dengan baik, beban kerja jantung pun akan berkurang secara signifikan,” jelasnya. Dengan demikian, menjaga kesehatan tubuh bukan hanya soal apa yang kita konsumsi, tetapi juga bagaimana kita memberikan hak tubuh untuk beristirahat di tengah hiruk-pikuk aktivitas harian.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid