Rahasia Fisik Baja Cristiano Ronaldo: Alasan Mengapa Ia Memusuhi Gula dan Menghindari Susu
Sabtu, 20 Jun 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Memasuki usia 41 tahun, Cristiano Ronaldo tetap menjadi fenomena di dunia sepak bola. Saat banyak rekan sejawatnya memilih gantung sepatu atau menurunkan intensitas permainan, sang mega bintang justru kian menunjukkan performa fisik yang seolah menolak tua. Tubuh berotot dengan kadar lemak minimalis bukan didapatkan secara instan, melainkan hasil dari kedisiplinan yang nyaris fanatik terhadap asupan makanan.
Filosofi Diet Tanpa Toleransi dari Giorgio Barone
Mantan koki pribadi Ronaldo, Giorgio Barone, baru-baru ini menyingkap tabir di balik dapur sang legenda. Ternyata, rahasianya bukan pada suplemen mahal, melainkan aturan sederhana namun sangat ketat: nol gula dan tanpa susu. Selama melayani kebutuhan gizi CR7, Barone mengungkapkan bahwa sang pemain tidak memberikan celah sedikit pun untuk gula tambahan, bahkan dalam secangkir kopi pagi.
Menu harian Ronaldo dirancang untuk efisiensi tubuh. Sarapannya cukup lugas: alpukat, telur, dan kopi hitam pahit. Untuk makan siang dan malam, piringnya didominasi oleh protein berkualitas tinggi seperti ikan, ayam, dan daging tanpa lemak yang dipadukan dengan sayuran segar. Upaya menjaga gaya hidup sehat ini juga melibatkan pembatasan ketat terhadap karbohidrat olahan seperti roti dan pasta.
Membedah Mitos ‘No Sugar’
Banyak yang salah kaprah menganggap Ronaldo tidak mengonsumsi gula sama sekali. Secara biologis, tubuh tetap membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar utama, terutama bagi atlet dengan intensitas latihan tinggi. Namun, yang dilakukan Ronaldo adalah memangkas habis ‘gula tambahan’ atau added sugar yang biasanya bersembunyi dalam makanan olahan.
Sebagai gantinya, ia mendapatkan energi dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, quinoa, dan biji-bijian utuh. Pola ini sejalan dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan pembatasan gula bebas untuk menjaga kesehatan metabolisme. Bagi Ronaldo, karbohidrat harus datang bersama serat dan nutrisi, bukan sekadar kalori kosong.
Mengapa Ronaldo Menolak Susu?
Salah satu poin paling menarik dari diet Ronaldo adalah keputusannya untuk tidak menyentuh produk susu. Barone menjelaskan bahwa ini berakar pada keyakinan filosofis bahwa manusia adalah satu-satunya spesies yang mengonsumsi susu dari hewan lain setelah masa penyapihan.
“Setelah masa bayi, minum susu itu tidak alami,” ujar Barone. Meski terdengar ekstrem, pilihan ini sebenarnya selaras dengan prinsip keberagaman pangan dalam pola makan sehat. Nutrisi penting seperti kalsium dan protein tidak melulu harus bersumber dari susu sapi. Ronaldo memenuhi kebutuhan tersebut melalui ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau yang lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.
Kebugaran yang Melampaui Isi Piring
Penting untuk dicatat bahwa tubuh bugar Ronaldo tidak hanya dibentuk di dapur. Diet ketatnya hanyalah satu pilar dari ekosistem gaya hidupnya yang menyeluruh. Ia sangat terobsesi dengan kualitas tidur, pemulihan pasca-pertandingan, dan rutinitas latihan fisik yang intens.
Pelajaran yang bisa diambil dari CR7 bukan berarti kita harus serta-merta membuang susu atau kopi manis dari hidup kita. Intinya adalah kesadaran akan apa yang kita masukkan ke dalam tubuh dan konsistensi untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Bagi Ronaldo, makanan adalah investasi untuk karier panjangnya, dan hingga saat ini, investasi itu tampaknya membuahkan hasil yang sangat manis—tanpa perlu butiran gula sedikit pun.