Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspadai Sinyal Tubuh Saat Bangun Tidur: Mengenal Gejala Diabetes yang Kerap Muncul di Pagi Hari

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 20 Jun 2026 07:34 WIB
Waspadai Sinyal Tubuh Saat Bangun Tidur: Mengenal Gejala Diabetes yang Kerap Muncul di Pagi Hari

Kabarmalam.com — Pagi hari sejatinya menjadi momen bagi tubuh untuk mengisi kembali energi setelah beristirahat semalaman. Namun, bagi sebagian orang, saat terbangun dari tidur justru menjadi waktu di mana tubuh mengirimkan sinyal-sinyal peringatan terkait kondisi kesehatan tubuh. Salah satu yang paling krusial untuk diperhatikan adalah munculnya indikasi diabetes yang sering kali luput dari pengamatan awam.

Kadar gula darah yang melonjak saat matahari baru saja menyingsing sering kali dikaitkan dengan fenomena medis yang dikenal sebagai dawn phenomenon atau fenomena fajar. Kondisi ini dipicu oleh pelepasan hormon alami tubuh pada dini hari yang secara tidak langsung mendorong kenaikan glukosa. Berdasarkan data dari Cleveland Clinic, fenomena ini dialami oleh lebih dari separuh pengidap diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2.

Sinyal Tersembunyi di Balik Rutinitas Pagi

Spesialis penyakit dalam, dr. Randy Nusrianto, mengungkapkan sebuah fakta yang patut diwaspadai. Menurutnya, pada fase awal, diabetes sering kali bersifat ‘senyap’ dan tidak menunjukkan gejala yang mencolok. Hal inilah yang membuat banyak orang terlambat menyadari bahwa kadar gula darah mereka sudah berada di ambang batas berbahaya.

Baca Juga  Awas Terjebak! Kenali Perbedaan 'Per Sajian' dan 'Per Kemasan' pada Label Nutrisi agar Diet Tak Gagal

“Gejalanya cenderung tidak spesifik,” ujar dr. Randy dalam sebuah diskusi kesehatan. Meski demikian, ada beberapa tanda hiperglikemia (gula darah tinggi) yang secara konsisten sering muncul saat pagi hari, di antaranya:

  • 1. Kelelahan yang Tak Kunjung Usai

    Meski baru saja bangun tidur, pengidap diabetes sering kali merasa sangat lemas. Mengutip Mayo Clinic, hal ini terjadi karena tubuh gagal mengolah glukosa menjadi energi secara efektif. Selain itu, kondisi dehidrasi akibat seringnya buang air kecil juga turut menguras stamina.

  • 2. Rasa Haus yang Luar Biasa (Polidipsia)

    Pernahkah Anda terbangun dengan tenggorokan yang terasa sangat kering? Ini bisa jadi alarm bagi tubuh. Saat gula darah tinggi, ginjal dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyaring glukosa, yang pada prosesnya menarik banyak cairan tubuh dan memicu rasa haus yang intens.

  • 3. Frekuensi Buang Air Kecil yang Meningkat

    Gejala yang dikenal sebagai poliuria ini sering muncul sejak malam hingga pagi hari. Tingginya kadar gula dalam darah membuat volume urine meningkat secara signifikan, memaksa penderitanya untuk bolak-balik ke kamar mandi.

  • 4. Pandangan Mata yang Mengabur

    Gula darah yang tidak terkontrol dapat menarik cairan keluar dari jaringan tubuh, termasuk dari lensa mata. Akibatnya, kemampuan mata untuk fokus menjadi terganggu dan pandangan terasa buram secara tiba-tiba.

  • 5. Sakit Kepala Berulang

    Dilansir dari Healthline, fluktuasi kadar glukosa—baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah—dapat memicu sakit kepala yang intensitasnya bervariasi dari sedang hingga berat di pagi hari.

  • 6. Rasa Lapar yang Amat Sangat (Polifagia)

    Karena tubuh tidak mampu menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama akibat minimnya insulin, otak akan terus mengirimkan sinyal lapar. Meskipun Anda sudah makan, tubuh tetap merasa kekurangan ‘bahan bakar’.

Baca Juga  Tragedi Malpraktik Jelang Pernikahan: Wang Ranran Bangun dari Koma 92 Hari, Bukti Kekuatan Cinta

Langkah Diagnosa: Bagaimana Cara Memastikannya?

Mengetahui gejala diabetes sejak dini adalah langkah preventif yang bijak. Namun, diagnosis yang akurat tetap harus melalui prosedur medis. Kabarmalam.com merangkum beberapa metode pemeriksaan gula darah yang umum dilakukan saat ini:

  1. Metode Finger Prick: Pemeriksaan mandiri yang praktis dengan menusuk ujung jari untuk mengambil sampel darah kecil yang kemudian dibaca oleh alat glukometer.
  2. Continuous Glucose Monitoring (CGM): Teknologi modern berupa sensor yang ditempelkan pada tubuh untuk memantau fluktuasi gula darah secara real-time selama 24 jam.

Selain itu, terdapat beberapa jenis tes laboratorium yang menjadi standar medis, seperti:

  • Tes HbA1c: Mengukur rata-rata kadar gula darah dalam rentang waktu 2 hingga 3 bulan terakhir. Hasil di atas 6,5 persen biasanya mengindikasikan diabetes.
  • Tes Gula Darah Puasa (GDP): Dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8 hingga 12 jam. Angka di atas 126 mg/dL patut diwaspadai.
  • Tes Gula Darah Sewaktu (GDS): Pemeriksaan instan tanpa syarat puasa untuk melihat kondisi terkini.
  • Tes GD2PP: Mengukur bagaimana tubuh merespons asupan makanan dua jam setelah makan.
Baca Juga  Waspada Jejak Hantavirus di Indonesia: Mengenal Seoul Virus dan Sebarannya di 9 Provinsi

Memahami perubahan kecil pada tubuh saat bangun tidur bisa menjadi kunci untuk mendapatkan penanganan lebih awal. Jika Anda merasakan kombinasi dari gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid