Ikuti Kami
kabarmalam.com

Efisiensi Anggaran, Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Libur di Hari Merah

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 19 Jun 2026 12:34 WIB
Efisiensi Anggaran, Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Libur di Hari Merah

Kabarmalam.com — Langkah strategis diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengelola keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kebijakan terbaru, distribusi makanan bagi para siswa serta kelompok rentan lainnya akan disesuaikan atau dihentikan sementara saat memasuki periode hari libur.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 mengenai Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi tata kelola serta standarisasi layanan demi memastikan efisiensi sumber daya yang lebih terukur.

Kelompok Sasaran dan Jadwal Penyesuaian

Dalam edaran tersebut, dijelaskan secara rinci bahwa pelayanan MBG ditiadakan bagi seluruh peserta didik maupun kelompok non-peserta didik yang masuk dalam kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan ritme aktivitas masyarakat dengan operasional distribusi di lapangan.

Baca Juga  BGN Luruskan Isu 19 Ribu Sapi Per Hari: Cuma Simulasi, Bukan Target Riil Program Makan Bergizi Gratis

Adapun periode yang ditetapkan sebagai hari non-pelayanan meliputi:

  • Masa libur sekolah resmi.
  • Hari libur nasional dan hari raya keagamaan.
  • Hari libur khusus yang dikeluarkan oleh kebijakan pemerintah daerah.
  • Hari Sabtu dan Minggu (akhir pekan).

Potensi Penghematan Anggaran Hingga Rp 3 Triliun

Aspek yang paling menarik dari penyesuaian ini adalah dampaknya terhadap keuangan negara. Agustina memaparkan bahwa selama operasional SPPG dihentikan sementara, insentif operasional tidak akan dikucurkan. Dengan jumlah SPPG yang mencapai angka 27.820 unit di seluruh Indonesia, penghematan yang bisa dilakukan terbilang fantastis.

“Jika kita kalkulasi berdasarkan jumlah unit yang ada dan durasi hari libur, kita bisa melakukan efisiensi insentif SPPG hingga sebesar Rp 3 triliun. Ini adalah angka yang sangat signifikan dalam menjaga kesehatan fiskal program,” tegas Agustina dalam keterangannya kepada media.

Baca Juga  Pelajaran Berharga dari Tuban: Kisah Pemuda 26 Tahun yang Terjebak Ritual Cuci Darah Akibat Mi Instan

Meski distribusi makanan berhenti sejenak, BGN memberikan jaminan bahwa keamanan aset di tiap titik SPPG tidak akan kendor. Petugas keamanan tetap akan berjaga selama 24 jam penuh secara bergantian sesuai jadwal. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung pemenuhan gizi balita dan anak sekolah tetap dalam kondisi prima saat program kembali berjalan normal di hari kerja.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid