Bukan Pertanda Cuan! Ini Fakta Medis di Balik Mata Kedutan Menurut Ahli
Sabtu, 20 Jun 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah masyarakat kita, mitos sering kali menjadi bumbu dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang paling populer adalah anggapan bahwa mata kedutan merupakan pertanda baik, seperti akan mendapatkan rezeki nomplok atau uang kaget. Namun, benarkah demikian? Ternyata, dunia medis memiliki sudut pandang yang jauh berbeda dan lebih masuk akal.
Spesialis mata dari Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, SpM(K), menegaskan bahwa fenomena ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan keberuntungan finansial. Secara medis, kondisi yang secara teknis disebut sebagai myokymia ini merupakan sinyal protes dari tubuh akibat kelelahan yang luar biasa.
Penyebab Utama: Kelelahan dan Layar Gadget
Menurut dr. Ucok, mata kedutan umumnya terjadi karena otot-otot di sekitar kelopak mata mengalami kontraksi spontan. Faktor pemicunya cukup beragam, namun yang paling sering ditemui adalah kurangnya waktu istirahat dan paparan layar yang berlebihan.
“Kalau kedutan yang umum terjadi itu biasanya karena mata lelah. Kelopak mata terbuka terlalu lama tanpa jeda, kurang tidur, dan durasi screen time yang tidak terkontrol,” ungkap dr. Ucok dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta Pusat baru-baru ini.
Gaya hidup modern yang menuntut kita untuk terus menatap layar laptop atau ponsel selama berjam-jam menjadi dalang utama di balik gangguan ini. Saat mata dipaksa bekerja melampaui batas kemampuannya, saraf-saraf di sekitar area tersebut akan memberikan reaksi berupa getaran atau kedutan.
Hubungan Antara Deadline dan Mitos ‘Dapat Uang’
Menariknya, dr. Ucok memberikan selipan narasi yang menggelitik terkait mengapa mitos “dapat uang” ini bisa bertahan. Ia menceritakan bahwa banyak pasiennya yang mengeluh kedutan saat mereka sedang mengejar target pekerjaan yang berat.
“Lucunya, pasien sering datang dengan keluhan kedutan saat mereka sedang kurang tidur karena mengejar deadline. Memang akhirnya mereka dapat uang dari hasil kerja keras itu, tapi kedutannya sendiri murni karena kurang tidur, bukan karena keajaiban,” tuturnya sambil berseloroh.
Jadi, jika Anda mengalami kedutan saat sedang lembur, itu bukan berarti uang akan jatuh dari langit, melainkan peringatan agar Anda segera mencari istirahat yang berkualitas.
Kapan Harus Waspada?
Meski sebagian besar kasus bersifat ringan dan bisa hilang dengan sendirinya setelah beristirahat, dr. Ucok mengingatkan agar kita tetap waspada terhadap risiko kesehatan mata yang lebih serius. Walaupun jarang terjadi, kedutan yang intens dan berlangsung lama bisa jadi mengindikasikan adanya gangguan pada saraf tepi.
Untuk mencegah hal ini, sangat disarankan untuk menerapkan pola istirahat mata yang disiplin. Gunakan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki) untuk mengurangi ketegangan otot mata.
Kesimpulannya, daripada berharap pada mitos keberuntungan, lebih baik prioritaskan gaya hidup sehat dan pastikan mata Anda mendapatkan haknya untuk beristirahat. Kedutan adalah alarm alami tubuh, bukan ramalan nasib.