Ikuti Kami
kabarmalam.com

Heboh Temuan Zat Pemicu Kanker, Brasov Beri Penjelasan dan Tarik Produk dari Pasaran

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 12 Mei 2026 13:35 WIB
Heboh Temuan Zat Pemicu Kanker, Brasov Beri Penjelasan dan Tarik Produk dari Pasaran

Kabarmalam.com — Dunia kecantikan Tanah Air tengah dihebohkan dengan temuan terbaru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) terkait produk pewarna kuku atau nail polish populer, Brasov. Produk lokal tersebut teridentifikasi mengandung bahan berbahaya yang dilarang, yakni pewarna Merah K10, yang jika digunakan dalam jangka panjang berisiko memicu kanker.

Tindakan Tegas BPOM Terhadap Kosmetik Berbahaya

Penemuan ini merupakan bagian dari pengawasan ketat yang dilakukan BPOM pada triwulan I tahun 2026. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindak setidaknya 11 produk kecantikan yang terbukti melanggar aturan keamanan. Daftar tersebut mencakup merek lokal, produk kontrak produksi, hingga barang impor yang tidak memiliki izin edar resmi.

Baca Juga  Membongkar Mitos Gula Aren: Benarkah Lebih Sehat dari Gula Pasir atau Sekadar Tren Gen-Z?

“Seluruh produk yang kami tindak telah melalui pengujian laboratorium yang mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka tidak memenuhi persyaratan keamanan bagi konsumen,” tegas Taruna dalam keterangan resminya baru-baru ini.

Selain pewarna K10, BPOM juga menemukan zat-zat berisiko tinggi lainnya seperti merkuri, hidrokinon, asam retinoat, hingga senyawa 1,4-dioksan pada berbagai produk lain. Keberadaan zat-zat ini dinilai memberikan dampak serius bagi kesehatan masyarakat secara luas.

Klarifikasi dan Langkah Cepat Manajemen Brasov

Menanggapi laporan tersebut, manajemen Brasov langsung bergerak cepat dengan memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada publik. Perusahaan mengakui adanya temuan zat berbahaya pada varian spesifik, yakni Nail Polish No. 125.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Brasov telah melakukan penarikan produk secara massal dan mengarantina stok yang ada di pasaran. Proses pemusnahan produk berbahaya tersebut juga telah dilakukan dengan pengawasan langsung dari petugas BPOM guna memastikan tidak ada lagi barang yang beredar di tangan konsumen.

Baca Juga  Aturan Baru BPOM: Belanja Obat di Minimarket Kini Dibatasi dan Diawasi Tenaga Terlatih

Komitmen Keamanan Produk di Masa Depan

Meskipun satu varian tersandung masalah, pihak Brasov mengklaim telah melakukan uji laboratorium ulang terhadap lini produk lainnya melalui lembaga terakreditasi. “Demi menjamin keselamatan pelanggan, kami telah menguji varian nail polish lainnya. Hasilnya, varian lain dinyatakan bebas dari zat berbahaya dan tetap aman untuk digunakan,” tulis pihak Brasov dalam pernyataan resminya.

Ke depannya, Brasov berkomitmen untuk lebih memperketat pengawasan internal dan mematuhi setiap regulasi yang ditetapkan oleh BPOM. Langkah ini diambil guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk kosmetik lokal yang berkualitas dan aman.

Kabar mengenai kosmetik berbahaya ini menjadi pengingat bagi konsumen untuk selalu waspada dan memeriksa legalitas serta kandungan produk sebelum membelinya.

Baca Juga  Mengapa Penyakit Ginjal Sering Terdeteksi Saat Kondisi Kritis? Ini Penjelasan Ahli Nefrologi
Tentang Penulis
Wahid
Wahid