Transformasi Fisik Giselle Aespa: Cerita di Balik Penurunan Berat Badan dan Perjuangan Melawan ADHD
Jumat, 19 Jun 2026 06:35 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah sorotan lampu panggung K-Pop yang menuntut kesempurnaan visual, cerita di balik transformasi fisik para idola sering kali menyimpan sisi manusiawi yang mendalam. Baru-baru ini, Giselle dari grup Aespa menjadi perbincangan hangat setelah secara terbuka mengungkap fakta mengejutkan mengenai penurunan berat badannya yang terlihat signifikan oleh para penggemar.
Melalui sesi siaran langsung di media sosial, Giselle Aespa mengklarifikasi bahwa perubahan bentuk tubuhnya bukanlah hasil dari diet ekstrem yang instan. Ia menjelaskan bahwa berat badannya menyusut secara perlahan, yakni sekitar 10 kilogram dalam rentang waktu tujuh tahun. Menariknya, pemicu utama dari perubahan ini bukanlah keinginan untuk memenuhi standar kecantikan tertentu, melainkan efek samping dari kondisi kesehatan mental yang ia idap, yaitu Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Hilangnya Sinyal Lapar Akibat ADHD
Giselle mengungkapkan bahwa kecenderungan ADHD yang dimilikinya berdampak langsung pada pola makannya. Kondisi gangguan emosi dan fokus ini sering kali membuatnya benar-benar lupa untuk makan. “Terkadang saya tidak merasa lapar sama sekali,” ungkapnya jujur, seperti dikutip dari laporan Maeil Business. Akibat hilangnya sinyal alami tubuh tersebut, Giselle sempat mengalami penurunan energi yang drastis. Saat ini, sang pelantun ‘Supernova’ tersebut dikabarkan tengah fokus untuk memulihkan staminanya dan berusaha menaikkan berat badan melalui pola hidup yang lebih sehat.
Mengapa Pengidap ADHD Bisa Kehilangan Nafsu Makan?
Secara medis, ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang dipicu oleh ketidakseimbangan neurotransmiter di otak, seperti dopamin dan norepinefrin. Berikut adalah beberapa alasan ilmiah mengapa individu dengan ADHD sering kali mengabaikan rasa lapar:
- Kesadaran Interoseptif yang Rendah: Otak pengidap ADHD terkadang kesulitan menangkap sinyal internal tubuh. Mereka baru menyadari kebutuhan nutrisi saat tubuh sudah berada pada titik lemas atau pusing luar biasa.
- Fenomena Hiperfokus: Saat seseorang dengan ADHD sedang sangat asyik dengan suatu aktivitas, otak mereka akan menyaring semua gangguan, termasuk rasa lapar. Mereka bisa terjebak dalam pekerjaan atau hobi selama berjam-jam tanpa menyadari waktu makan telah lewat.
- Disregulasi Neurotransmiter: Gangguan pada hormon dopamin dan serotonin dapat mengaburkan isyarat lapar alami, sehingga tubuh tidak mengirimkan alarm yang tepat ke sistem pencernaan.
- Efek Samping Pengobatan: Terapi stimulan yang umum digunakan untuk mengelola gejala ADHD sering kali bekerja dengan menekan nafsu makan, sehingga penggunanya merasa kenyang lebih lama dari yang seharusnya.
Kritik Terhadap Stigma dan Obsesi Netizen
Selain berbagi mengenai kondisi kesehatannya, Giselle juga menyampaikan rasa prihatinnya terhadap budaya komentar di media sosial. Ia menyayangkan betapa besarnya obsesi netizen terhadap perubahan fisik seseorang hingga sering kali melayangkan komentar yang menyakitkan tanpa memahami konteks kesehatan di baliknya.
“Saya merasa sedikit sedih. Saya terkejut melihat orang-orang begitu memperhatikan detail penampilan saya sampai ke tahap itu. Saya tidak mengerti mengapa mereka begitu vokal dan bertindak hanya berdasarkan apa yang mereka lihat di permukaan,” keluh Giselle. Melalui keterbukaan ini, diharapkan publik bisa lebih bijak dalam menilai kesehatan mental dan fisik seseorang, serta mengurangi stigma terhadap pengidap ADHD di industri hiburan.