Kopi vs Teh: Mengapa Efek Kafein Keduanya Terasa Berbeda di Tubuh? Ini Penjelasan Medisnya
Rabu, 24 Jun 2026 09:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk rutinitas harian, secangkir minuman hangat sering kali menjadi ‘penyelamat’ bagi mereka yang membutuhkan suntikan energi instan. Namun, pernahkah Anda menyadari adanya perbedaan kontras antara sensasi setelah meminum kopi dan teh? Meski keduanya mengandung kafein, efek yang dirasakan tubuh seolah berada pada dua kutub yang berbeda.
Para pencinta kopi berat sering kali diidentikkan dengan figur yang energetik, namun rentan merasa gelisah hingga jantung berdebar kencang. Sebaliknya, ritual minum teh selalu dipenuhi aura ketenangan dan relaksasi yang mendalam. Padahal, secara ilmiah, kedua minuman populer ini mengandalkan zat stimulan yang serupa. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Perbandingan Kadar Kafein dalam Cangkir Anda
Berdasarkan data yang dihimpun dari IFLScience, terdapat perbedaan konsentrasi kafein yang cukup signifikan antara kedua minuman ini. Dalam satu sajian teh komersial, kandungan kafein biasanya berkisar antara 14 hingga 61 mg. Di sisi lain, secangkir kopi menyimpan kekuatan yang lebih besar, yakni rata-rata antara 65 hingga 120 mg kafein.
Meski perbedaan dosis ini berpengaruh, ada faktor lain yang jauh lebih krusial dalam menentukan bagaimana tubuh merespons stimulan tersebut. Rahasia besarnya terletak pada sebuah senyawa unik yang hanya dimiliki oleh tanaman teh.
L-Theanine: Sang ‘Penjinak’ Kafein yang Ajaib
Perbedaan sensasi antara kopi dan teh disebabkan oleh keberadaan L-theanine. Ini adalah sejenis asam amino langka yang secara alami ditemukan pada tanaman teh (Camellia sinensis) dan beberapa jenis jamur. Menariknya, senyawa ini sama sekali tidak ditemukan dalam biji kopi.
Kehadiran L-theanine inilah yang mengubah ‘perilaku’ kafein saat memasuki sistem tubuh manusia. Secara klinis, kombinasi antara kafein dan L-theanine terbukti mampu meningkatkan fungsi kognitif dan ketajaman fokus tanpa memicu efek samping negatif seperti rasa cemas yang berlebihan.
Dalam sebuah uji klinis yang melibatkan kelompok dewasa muda, para peneliti menemukan bahwa sinergi kedua zat ini meningkatkan akurasi berpikir dan kewaspadaan secara signifikan. Hasilnya, seseorang bisa tetap terjaga dan fokus, namun tetap merasa tenang di saat yang bersamaan.
Mekanisme Fokus Tanpa Gejala Jantung Berdebar
Studi mengenai aliran darah pada otak memberikan penjelasan yang lebih mendalam. Saat kafein bekerja sendirian memacu sistem saraf—seperti yang lazim terjadi saat mengonsumsi kopi—tubuh cenderung merespons dengan stimulasi yang agresif. Hal inilah yang sering kali memicu rasa gemetar atau jitters.
Namun, dalam secangkir teh, L-theanine bertindak sebagai ‘rem alami’. Senyawa ini memberikan dorongan fokus ekstra pada otak sekaligus meredam efek kecemasan yang dipicu oleh kafein konsentrasi tinggi. Efeknya adalah sensasi waspada yang rileks, bukan ketegangan yang memacu adrenalin secara liar.
Mana yang Lebih Sehat untuk Anda?
Meskipun teh menawarkan efek yang lebih lembut, bukan berarti kopi kehilangan taringnya dalam urusan kesehatan. Kopi hitam tanpa gula dikenal sangat kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan membantu regenerasi sel tubuh agar tetap awet muda.
Sebagai rekomendasi medis yang bijak, bagi Anda yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein atau sering merasa terganggu dengan detak jantung yang tidak teratur setelah minum kopi, beralih ke teh hijau atau teh hitam bisa menjadi solusi cerdas. Dengan begitu, Anda tetap bisa produktif sepanjang hari dengan pikiran yang tajam tanpa harus merasa cemas berlebihan.