Ikuti Kami
kabarmalam.com

Wamendagri Akhmad Wiyagus: Transformasi Tata Kelola Adalah Kunci Kemandirian Rumah Sakit Daerah

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 12 Jun 2026 19:04 WIB
Wamendagri Akhmad Wiyagus: Transformasi Tata Kelola Adalah Kunci Kemandirian Rumah Sakit Daerah

Kabarmalam.com — Wajah pelayanan kesehatan di berbagai pelosok tanah air kini tengah bersiap memasuki babak baru. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, memberikan penekanan serius bagi seluruh Rumah Sakit Daerah (RSD) untuk segera menanggalkan pola lama dan beralih ke tata kelola yang lebih unggul, modern, dan manusiawi.

Dalam gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) yang berlangsung khidmat di Novotel Convention Center, Pontianak, Kalimantan Barat, Wiyagus menegaskan bahwa keberadaan RSD tidak boleh sekadar dipandang sebagai simbol fisik gedung kesehatan. Lebih dari itu, rumah sakit harus bertransformasi menjadi oase harapan bagi masyarakat melalui pelayanan yang sarat akan empati, integritas, dan profesionalisme.

Layanan Cepat dan Digitalisasi Tanpa Kompromi

Menurut Wiyagus, tantangan dunia medis saat ini menuntut gerak cepat dan responsif. Ia merekomendasikan agar setiap RSD mulai mengadopsi prinsip good corporate governance guna memastikan operasional berjalan sesuai jalur yang benar. Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah akselerasi digitalisasi layanan yang harus menyentuh seluruh lini, mulai dari pendaftaran hingga rekam medis.

Baca Juga  Komitmen Jaga Ekosistem: Tim Gabungan Libas 145 Rakit Penambangan Emas Ilegal di Sungai Kuantan

“Pelayanan adalah inti dari eksistensi sebuah rumah sakit. Rakyat kita tidak hanya mendambakan kualitas medis yang mumpuni, tetapi juga mendambakan pengalaman berobat yang cepat, aman, nyaman, dan benar-benar memperhatikan kebutuhan pasien sebagai manusia,” ujar Wiyagus dalam keterangannya.

Direktur Rumah Sakit Sebagai Lokomotif Perubahan

Visi besar ini tentu membutuhkan nahkoda yang tangguh. Wamendagri secara khusus menyoroti peran strategis Direktur Rumah Sakit. Di era transformasi ini, posisi direktur tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif rutin. Mereka dituntut menjadi motor penggerak perubahan yang mampu membawa institusinya memiliki daya saing tinggi di tengah ketatnya industri layanan kesehatan.

Untuk mencapai kualifikasi unggul, tata kelola rumah sakit harus berdiri tegak di atas pondasi transparansi, kredibilitas, dan efisiensi. Wiyagus mendorong penguatan sistem pengendalian internal serta manajemen risiko yang berbasis data (data-driven decision making). Hal ini dianggap vital agar setiap keputusan yang diambil oleh manajemen bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Mendagri Tito Karnavian Kawal Hunian Layak di Sorong: Instruksikan Pembebasan Biaya untuk Rakyat Kecil

Mengejar Kemandirian Finansial

Selain aspek pelayanan, aspek finansial juga menjadi sorotan utama dalam Rakernas yang bertema ‘Mewujudkan Rumah Sakit Daerah Unggul Melalui Transformasi Tata Kelola serta Reformasi Pelayanan Berbasis Penguatan Sumber Daya Manusia dan Keuangan’ tersebut. Wiyagus berharap RSD memiliki kemandirian keuangan yang solid agar mampu terus berinovasi dan menjaga mutu layanan tanpa terus-menerus bergantung pada subsidi.

“Besar harapan saya agar ARSADA terus menjadi wadah strategis yang melahirkan gagasan-gagasan konkret untuk mempercepat transformasi tata kelola rumah sakit daerah di seluruh pelosok Indonesia,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah dan praktisi kesehatan, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Harisson, Pendiri ARSADA Umar Wahid, Ketua Umum ARSADA Zainoel Arifin, serta para kepala dinas kesehatan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Semangat kolektif ini diharapkan mampu membawa standar baru bagi perlindungan kesehatan rakyat Indonesia.

Baca Juga  Dorong Kinerja Daerah, Wamendagri Bima Arya Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 di Palembang
Tentang Penulis
Husnul
Husnul