Mitos Susu Penyebab Obesitas Anak: Mengapa Menghentikan Asupannya Malah Bisa Menjadi Langkah Keliru?
Senin, 08 Jun 2026 09:03 WIB
Kabarmalam.com — Fenomena kekhawatiran orang tua terhadap berat badan buah hati sering kali berujung pada tindakan yang kurang tepat. Ketika angka di timbangan mulai bergeser ke arah kanan secara signifikan, susu biasanya menjadi target pertama yang dikambinghitamkan. Banyak orang tua yang secara sepihak memutuskan untuk menghentikan asupan susu si kecil dengan anggapan bahwa cairan bernutrisi ini adalah pemicu utama kegemukan.
Namun, anggapan tersebut ditepis dengan tegas oleh Guru Besar sekaligus Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), SubspTKPS. Beliau meluruskan bahwa menghentikan konsumsi susu pada anak yang mengalami obesitas anak bukanlah sebuah solusi yang bijak.
Susu Bukanlah Akar Masalah
Dalam sebuah diskusi mendalam di Jakarta Pusat, Prof. Rini menyoroti salah kaprah yang selama ini beredar luas di masyarakat. Beliau menegaskan bahwa susu sering kali disalahkan atas kondisi berat badan berlebih, padahal penyebab utamanya biasanya terletak pada pola makan secara keseluruhan dan gaya hidup yang tidak seimbang.
“Sering kali terjadi salah kaprah, anak yang mengalami obesitas langsung distop asupan susunya. Padahal, bukan susu yang menjadi penyebab utamanya,” ungkap Prof. Rini di sela-sela agenda literasi kesehatan terkait tumbuh kembang anak.
Relevansi Susu dalam Piramida Nutrisi Modern
Meskipun jargon kesehatan di Indonesia telah berevolusi dari era ‘4 Sehat 5 Sempurna’ menjadi pedoman gizi seimbang, posisi susu tetaplah krusial. Prof. Rini mengingatkan bahwa susu adalah bagian integral dari komponen protein yang sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan asupan harian anak.
Menurutnya, susu memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan sumber nutrisi protein lainnya seperti daging, ayam, atau ikan. Selain praktis dalam penyajian, kandungan nutrisi dalam susu cenderung lebih lengkap dan lebih mudah diserap secara efisien oleh tubuh anak yang sedang dalam masa pertumbuhan emas.
Pentingnya Literasi Gizi bagi Orang Tua
Alih-alih langsung memangkas asupan susu, orang tua disarankan untuk lebih teliti dalam mengatur pola makan sehat yang mencakup porsi karbohidrat, lemak, dan gula yang masuk ke tubuh anak. Mengingat peran susu sebagai penunjang pertumbuhan tulang dan kecerdasan, menghilangkannya secara total justru berisiko membuat anak kekurangan mikronutrisi penting.
Sebagai penutup, Prof. Rini menekankan bahwa penanganan anak dengan berat badan berlebih harus dilakukan secara holistik melalui konsultasi medis, bukan dengan sekadar mengikuti tren diet yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan fisiologis anak yang sedang tumbuh.