Ikuti Kami
kabarmalam.com

Di Balik Tren Padel yang Estetik: Waspadai Ancaman Saraf Kejepit yang Mengintai

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 07 Jun 2026 05:33 WIB
Di Balik Tren Padel yang Estetik: Waspadai Ancaman Saraf Kejepit yang Mengintai

Kabarmalam.com — Fenomena olahraga padel kini tengah menjadi primadona baru di kota-kota besar. Perpaduan antara tenis dan squash ini tidak hanya digandrungi karena intensitasnya yang membakar kalori, tetapi juga karena nuansanya yang sangat estetik untuk dibagikan ke media sosial. Namun, di balik keriuhan pukulan bola di dalam lapangan berdinding kaca tersebut, tersimpan risiko kesehatan yang patut diwaspadai, yakni bahaya saraf kejepit.

Risiko di Balik Gerakan Dinamis

Meskipun sering dianggap sebagai olahraga yang lebih ‘santai’ dan ramah bagi pemula dibandingkan tenis konvensional, padel menuntut mobilitas yang tinggi. Dokter spesialis bedah saraf, dr. Victorio, SpBS, memberikan peringatan bagi para penggiat olahraga ini agar tetap berhati-hati dan tidak mengabaikan aspek keselamatan fisik.

Baca Juga  Belajar dari Kasus Viktor Axelsen, Waspadai Ancaman Saraf Kejepit Saat Berolahraga

Menurut dr. Victorio, risiko cedera saraf kejepit sering kali muncul akibat gerakan tubuh yang mendadak atau dipaksakan. “Olahraga padel memiliki risiko memicu saraf kejepit, terutama saat pemain melakukan posisi swing atau memutar tulang pinggang secara tiba-tiba untuk mengejar bola yang jauh,” jelas dr. Victorio dalam sebuah kesempatan di Lamina Hospital.

Memahami Mekanisme Cedera pada Bantalan Tulang Belakang

Berbeda dengan lapangan terbuka, lapangan padel yang lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca menciptakan ritme permainan yang sangat cepat. Hal ini memicu pemain untuk terus bergerak aktif dengan manuver yang tidak terduga. Kondisi inilah yang bisa menjadi bumerang bagi kesehatan tulang belakang jika tubuh tidak siap.

Baca Juga  Kisah Heroik dr. Iqbal di Tragedi Kereta Bekasi Timur: Bernegosiasi dengan Maut di Tengah Himpitan Baja

Lebih lanjut, dr. Victorio menjelaskan bahwa gerakan memutar yang ekstrem dapat menyebabkan diskus atau bantalan tulang belakang mengalami tekanan yang hebat. “Gerakan tersebut membuat bantalan tulang kaget, sehingga berisiko mengalami kerusakan atau robekan. Jika kebiasaan ini dilakukan secara berulang tanpa teknik yang benar, maka kondisi cedera olahraga yang serius seperti saraf kejepit sulit untuk dihindari,” tambahnya.

Langkah Pencegahan: Jangan Lupakan Pemanasan

Agar tetap bisa menikmati gaya hidup sehat melalui padel tanpa harus berakhir di meja perawatan, dr. Victorio menekankan pentingnya persiapan tubuh yang matang. Persiapan ini bukan sekadar mengenakan pakaian olahraga yang keren, melainkan memastikan kesiapan otot dan sendi.

  • Pemanasan yang Cukup: Pastikan melakukan stretching dinamis untuk melenturkan otot pinggang dan punggung sebelum mulai bermain.
  • Ukur Kemampuan Diri: Jangan memaksakan diri mengejar bola yang sudah di luar jangkauan jika tubuh merasa sudah lelah.
  • Gunakan Teknik yang Benar: Mempelajari teknik swing yang ergonomis dapat meminimalisir beban pada tulang belakang.
  • Istirahat Teratur: Memberikan waktu bagi tubuh untuk pemulihan setelah sesi permainan yang intens.
Baca Juga  Aksi Nyata LG Indonesia: Menabur Semangat dan Kesehatan di Desa Pasirlangu Pasca Bencana

Keseruan dalam berolahraga memang penting, namun kesehatan jangka panjang tetap menjadi prioritas utama. Dengan pemahaman yang baik mengenai tips kesehatan dan persiapan yang matang, hobi bermain padel akan tetap terasa menyenangkan tanpa perlu khawatir akan ancaman saraf kejepit.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid