Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Kemanusiaan di Hebron: Bayi Palestina Berusia 7 Bulan Tewas Ditembus Peluru Israel

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 06 Jun 2026 04:34 WIB
Tragedi Kemanusiaan di Hebron: Bayi Palestina Berusia 7 Bulan Tewas Ditembus Peluru Israel

Kabarmalam.com — Kabar duka kembali menyelimuti tanah Palestina setelah sebuah insiden memilukan merenggut nyawa seorang bayi tak berdosa di wilayah Tepi Barat. Kementerian Kesehatan Palestina secara resmi melaporkan bahwa seorang bayi laki-laki tewas setelah menjadi sasaran tembakan pasukan militer Israel dalam sebuah operasi yang juga melukai kedua orang tuanya.

Bayi malang tersebut diketahui bernama Sam Fahd Abou Haikal, yang baru menginjak usia tujuh bulan. Kehidupan singkatnya berakhir secara tragis pada Jumat malam di kawasan selatan Hebron. Berdasarkan laporan yang dihimpun, Sam mengembuskan napas terakhirnya setelah pasukan pendudukan melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang ditumpangi keluarganya.

Kronologi Penembakan di Hebron

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di Tepi Barat. Menurut keterangan dari kantor berita Wafa, tentara Israel secara tiba-tiba menembaki mobil keluarga Abou Haikal saat mereka sedang melintas. Dr. Tareq Barbarawi, Direktur Rumah Sakit di Hebron, mengonfirmasi bahwa bayi Sam sempat dilarikan ke ruang perawatan dalam kondisi luka yang sangat serius sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga  Langkah Nyata Penyelamatan Aset Negara: Kejagung Setorkan Rp 10,2 Triliun dari Kasus Hutan

Sementara itu, kedua orang tua Sam dilaporkan mengalami luka-luka ringan akibat serangan tersebut. Meski permintaan komentar telah diajukan kepada pihak militer Israel, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi mengenai alasan di balik penembakan terhadap kendaraan warga sipil tersebut.

Escalasi Kekerasan yang Terus Meningkat

Sejak pecahnya konflik di Gaza pada Oktober 2023, eskalasi kekerasan di Tepi Barat yang diduduki Israel sejak 1967 memang menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan. Wilayah ini hampir setiap hari diguncang oleh operasi militer maupun serangan dari pemukim ekstremis yang menyasar penduduk lokal.

Data statistik menunjukkan angka yang mengerikan. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan Palestina dan perhitungan AFP, setidaknya 1.080 warga Palestina, termasuk pejuang maupun warga sipil tak bersenjata, telah kehilangan nyawa di tangan tentara atau pemukim Israel dalam periode tersebut. Di sisi lain, otoritas Israel mencatat sekitar 46 warga mereka, baik sipil maupun personel militer, tewas dalam serangkaian serangan balasan atau operasi militer di kurun waktu yang sama.

Baca Juga  Ketegangan Gaza Memuncak: Israel Klaim Tewaskan Mohammed Odeh, Pemimpin Baru Sayap Militer Hamas

Kematian bayi Sam menjadi pengingat pahit atas tingginya harga yang harus dibayar oleh warga sipil, terutama anak-anak, di tengah pelanggaran HAM dan konflik bersenjata yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Dunia internasional kini kembali menyoroti standar prosedur militer di wilayah pendudukan yang seringkali mengabaikan keselamatan nyawa manusia.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul