Hobi Santap Seblak Berujung Operasi: Kisah Pilu Gadis Bekasi yang Mengidap Kista Ovarium
Jumat, 08 Mei 2026 08:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah peringatan keras bagi para pencinta kuliner pedas dan instan baru-baru ini mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Seorang perempuan muda asal Bekasi, Siti Zahro (23), membagikan pengalaman pahitnya melalui akun TikTok @siti.zahro771 mengenai kondisi kesehatan yang memaksanya harus berhadapan dengan meja operasi.
Siti mengungkapkan penyesalan mendalam atas pola makannya di masa lalu yang kerap mengabaikan aspek kesehatan. Dalam unggahannya yang telah mendapatkan izin untuk dikutip, ia menuliskan kalimat singkat namun penuh makna: “Btw, nyesel makan seblak.” Ungkapan ini merujuk pada kebiasaannya mengonsumsi makanan populer tersebut secara berlebihan sebelum akhirnya didiagnosa mengidap kista ovarium.
Perut Membesar dan Mengeras Bak Batu
Kisah Siti Zahro bermula saat ia menyadari ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Perutnya perlahan membesar layaknya wanita yang sedang mengandung. Namun, alih-alih terasa elastis, perutnya justru berubah menjadi sangat keras. Ia mengakui bahwa selama ini dirinya sangat gemar menyantap makanan yang kurang sehat.
“Seminggu bisa 3 sampai 4 kali makan seblak. Kalau tidak seblak, ya bakso. Pokoknya makanan tidak sehat,” tuturnya. Gaya hidup kuliner yang tidak terkontrol ini diduga menjadi pemicu utama membesarnya kista di dalam tubuhnya.
Saat ini, Siti tengah menjalani masa pemulihan pasca-tindakan pengangkatan kista. Ia menceritakan gejala awal yang sering ia abaikan, seperti nyeri hebat di perut bagian kanan, serta rasa pegal yang terus-menerus di area pinggang dan punggung. Berdasarkan penjelasan medis yang ia terima, selain pola makan, faktor stres dan kegagalan sel telur untuk pecah secara sempurna juga menjadi penyebab kondisi tersebut.
Tinjauan Medis: Benarkah Seblak Menjadi Pemicu?
Menanggapi fenomena viral ini, pakar Obstetri & Ginekologi dari Brawijaya Hospital, dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG, memberikan penjelasan profesionalnya. Menurutnya, gaya hidup sehat yang terabaikan memang memiliki kontribusi besar terhadap peluang munculnya kista ovarium.
“Melihat dari kondisi yang digambarkan, kemungkinan besar ini adalah jenis Mucinous Cystadenoma. Jenis ini memang bisa tumbuh sangat besar, bahkan hingga mencapai diameter 40 cm,” jelas dr. Firman. Ia menegaskan bahwa pola makan yang berantakan, terutama konsumsi makanan manis dan tidak seimbang, dapat mengubah sifat sel dalam tubuh.
Dr. Firman, yang telah memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidangnya, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan asupan nutrisi. Perubahan sifat sel yang berujung pada kista sering kali dipicu oleh ketidakseimbangan metabolisme tubuh akibat konsumsi makanan yang kurang bernutrisi secara terus-menerus.
Pentingnya Deteksi Dini bagi Wanita
Sebagai langkah preventif, dr. Firman menyarankan agar setiap wanita, baik yang sudah menikah maupun belum, untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan setidaknya setahun sekali. Langkah ini krusial untuk memantau kesehatan reproduksi secara menyeluruh.
“Tanpa pemeriksaan rutin, sangat sulit bagi kami untuk mendeteksi adanya kelainan sejak dini. Sering kali pasien baru datang ketika kondisi kista sudah membesar dan memberikan tekanan fisik yang nyata,” pungkasnya.
Kisah Siti Zahro menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kenikmatan kuliner sesaat tidak seharusnya dibayar dengan harga mahal berupa kesehatan yang terenggut. Mulailah memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh demi masa depan yang lebih bugar.