Mitos Lele Melengkung Saat Digoreng Tanda Makan Kotoran? Simak Fakta dari Pakar IPB Ini
Minggu, 03 Mei 2026 08:34 WIB
Kabarmalam.com — Di balik kelezatan sepiring pecel lele yang sering kita nikmati, terselip sebuah mitos yang cukup santer terdengar di tengah masyarakat. Banyak yang meyakini bahwa kualitas ikan lele bisa dilihat dari bentuknya saat digoreng; jika tubuhnya melengkung atau bengkok, konon itu tandanya ikan tersebut dibesarkan di habitat kotor atau mengonsumsi limbah. Sebaliknya, lele yang tetap lurus dianggap sebagai ikan yang tumbuh dengan pakan berkualitas.
Namun, benarkah anggapan tersebut atau sekadar mitos belaka? Memilih lele di pasar memang sering dianggap urusan sepele, padahal kecermatan dalam memilih sangat menentukan kualitas nutrisi dan keamanan pangan yang akan kita konsumsi. Kabarmalam.com merangkum penjelasan mendalam dari pakar untuk meluruskan persepsi ini.
Fakta di Balik Kondisi Fisik Ikan Lele
Menurut Dr. Ir. Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, seorang pakar budidaya perikanan dari IPB University, kualitas lele sebenarnya tidak ditentukan secara instan dari bentuknya saat berada di penggorengan. Indikator utama kualitas ikan segar terletak pada kondisi fisiknya saat masih mentah atau sebelum diolah.
Dr. Cecilia menekankan bahwa konsumen harus jeli melihat proporsi tubuh ikan. “Tubuh lele yang berkualitas itu harus proporsional, artinya kepala tidak lebih besar dari badannya. Pilih yang badannya panjang dan tidak ‘buntet’, dengan daging yang tebal dan tidak kurus,” jelasnya. Selain itu, lele yang sehat memiliki warna kulit hitam cerah yang merata, bukan pucat atau memiliki bercak belang yang tidak wajar.
Ciri-Ciri Lele Segar dan Layak Konsumsi
Agar tidak salah pilih saat berbelanja di pasar, berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan Anda mendapatkan kualitas pangan terbaik:
- Tekstur dan Bau: Daging lele harus terasa kenyal saat ditekan dan tidak mengeluarkan aroma amis yang menyengat atau bau busuk.
- Kondisi Kulit: Hindari ikan yang memiliki luka, cacat fisik, atau sirip yang rusak, karena ini bisa menjadi indikasi ikan pernah mengalami stres atau terserang penyakit.
- Respons Gerak: Sangat disarankan untuk membeli lele dalam keadaan hidup. Lele yang sehat akan menunjukkan gerakan yang aktif dan responsif, bukan lemas atau mengapung tak berdaya.
Membeli ikan yang masih hidup merupakan cara paling sederhana untuk menjamin kesegaran. Dr. Cecilia menyarankan agar konsumen sebisa mungkin mengetahui asal-usul ikan tersebut, atau setidaknya memastikan bahwa ikan dipelihara sesuai dengan standar budidaya ikan yang baik (Good Aquaculture Practices/GAP).
Lele: ‘Salmon Ekonomis’ dengan Nutrisi Tinggi
Sering kali dipandang sebelah mata karena harganya yang terjangkau, ikan lele sebenarnya menyimpan potensi gizi yang luar biasa. Dalam dunia nutrisi, lele kerap dijuluki sebagai ‘salmon versi ekonomis’ karena kandungan protein ikan yang tinggi serta asam lemak yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.
Kualitas gizi ini tentu sangat bergantung pada pola asuh di kolam budidaya. Lele yang layak konsumsi umumnya dipelihara di air yang mengalir atau kolam yang sistem sanitasinya terjaga sesuai standar SNI, serta diberi pakan pabrikan yang terukur nutrisinya.
Jadi, alih-alih hanya terpaku pada bentuk melengkung saat digoreng—yang bisa saja dipengaruhi oleh teknik memasak atau suhu minyak—pastikan Anda lebih teliti pada kondisi fisik ikan saat membelinya. Dengan pemilihan yang tepat, sajian lele di meja makan tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan menyehatkan bagi keluarga.