Ikuti Kami
kabarmalam.com

Sering Setel Volume Earphone Maksimal? Waspadai Risiko Kerusakan Pendengaran Permanen

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 28 Apr 2026 05:34 WIB
Sering Setel Volume Earphone Maksimal? Waspadai Risiko Kerusakan Pendengaran Permanen

Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan yang bising, banyak dari kita secara refleks menaikkan volume earphone hingga titik maksimal demi bisa mendengarkan lagu atau siniar favorit dengan jelas. Namun, di balik kenyamanan sesaat itu, tersimpan ancaman serius yang bisa merusak kesehatan indra pendengaran kita selamanya.

Ancaman Tak Terlihat di Balik Dentuman Suara

Praktisi kesehatan sekaligus pakar THT, dr. Elisabeth Artha Uli Sirait, SpTHT-KL, memberikan peringatan keras mengenai kebiasaan ini. Dalam sebuah diskusi di RS PELNI, Jakarta Barat, ia mengungkapkan bahwa level kebisingan digital dari perangkat audio yang disetel maksimal setara dengan gelegar petir atau deru mesin pesawat terbang. Bahayanya, paparan suara ekstrem ini dapat merusak telinga hanya dalam hitungan menit.

Baca Juga  Waspada Bahaya Logam Berat, Ini Cara Efektif Detoks Tubuh Usai Terlanjur Makan Siomay Ikan Sapu-sapu

Mungkin kita tidak langsung merasa tuli saat itu juga. Hal ini dikarenakan telinga manusia memiliki jutaan sel rambut halus di dalam koklea yang bekerja secara kolektif untuk mem-backup satu sama lain. Namun, dr. Eli menekankan bahwa kerusakan pada sel-sel ini bersifat permanen. Jika terus dipaksa menerima beban suara yang berlebih, kualitas pendengaran akan menurun secara bertahap tanpa kita sadari.

Memahami Ambang Batas Kebisingan

Untuk memberikan gambaran nyata, dr. Eli menjelaskan perbandingan desibel (dB) yang sering kita temui sehari-hari. Kebisingan di jalan raya yang padat atau restoran yang ramai biasanya menyentuh angka 85 dB. Pada level ini, telinga kita masih mampu bertahan hingga sekitar 8 jam.

Baca Juga  Waspada Jam Rawan! Inilah Alasan Medis Mengapa Serangan Jantung Sering Menyerang di Pagi Hari

Namun, ceritanya berbeda ketika kita berbicara tentang konser musik, suara klakson yang keras, hingga dentuman petasan yang bisa mencapai 110 dB. Intensitas suara setinggi ini setara dengan earphone yang diputar pada volume penuh. Jika paparan ini terjadi terus-menerus, risiko gangguan pendengaran permanen menjadi ancaman yang nyata.

Menerapkan Rumus Aman: Prinsip 60-60

Terkadang, berada di lingkungan bising memang sulit dihindari, terutama bagi mereka yang bekerja di lapangan atau harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari risiko tuli mendadak atau penurunan fungsi telinga, dr. Eli menyarankan penggunaan prinsip 60-60.

  • Volume 60 Persen: Pastikan volume suara pada perangkat Anda tidak melebihi 60 persen dari kapasitas maksimal.
  • Durasi 60 Menit: Batasi waktu penggunaan earphone maksimal selama satu jam saja dalam satu sesi.
Baca Juga  Kupas Tuntas Dilema Simpan Buah di Kulkas: Lebih Baik Utuh atau Dipotong-potong?

“Setelah menggunakan perangkat selama 60 menit, berikan waktu bagi telinga untuk beristirahat. Jauhi sumber bising atau gunakan pelindung telinga jika memang diperlukan,” saran dr. Eli. Dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap kesehatan telinga, kita bisa menikmati teknologi audio tanpa harus mengorbankan fungsi pendengaran di masa depan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid